Pentingnya Social dan Physical Distancing!

oleh -161 views
ilustrasi physical distancing

ZETIZEN RADAR CIREBON – Pada awal Maret 2020, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa ada 2 WNI yang terpapar COVID-19. Berdasarkan update positif corona virus per tanggal 29 Maret, Jumlah infeksi virus corona di Indonesia mencapai 1.285 kasus, 64 diantaranya sembuh dan 114 orang meninggal dunia, menurut laporan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melalui Jubir Achmad Yurianto pada Konferensi Pers Minggu (29/03/2020) pukul 15:30 WIB.

Berbagai upaya telah pemerintah coba untuk mengatasi pandemi ini, mulai dari memberikan himbauan menjaga kebersihan, membeli alat test Covid-19, penyemprotan disinfektan, mengimpor vaksin virus, melakukan Social Distancing hingga Physical Distancing. (ina)

Apa Arti Physical Distancing?

Jika Social  Distancing sendiri artinya menjaga jarak sosial. Dimana seseorang harus membatasi interaksi sosial yang tidak perlu atau tidak penting. Physical Distancing adalah menjaga jarak fisik setidaknya 1,5 meter dari orang lain dan menghindari kerumumnan demi mencegah penularan penyakit Covid-19.

Physical Distancing dilakukan sebagai strategi kesehatan guna mencegah atau memperlambat penyebaran virus. Meskipun tidak 100% menghentikan penyebaran virus, cara ini terbukti efektif untuk memperlambat laju penyebaran.

“Sementara jaga jarak fisik dengan semua anggota keluarga di rumah. Ya terpaksa tidak usah makan bersama-bersama di dalam satu meja dengan keluarga kita yang sehat. Makan sendiri saja tidak perlu bergabung,” jelas Yuri, sapaan akrab Achmad Yurianto (dilansir dari news.detik.com)

WHO menegaskan, bahwa tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri ketika sedang sakit diperlukan untuk meredam penyebaran Covid-19, namun hal itu bukan berarti lantas menjadikan seseorang menjadi terisolasi secara sosial.

Masyarakat diminta tetap melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun kali ini mungkin dengan cara lain yang tidak memerlukan kehadiran fisik secara langsung, semisal memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial.

Tips Physical Distancing dan Social Distancing

Dilansir dari indozone.id, di tengah pandemi virus corona saat ini, social distancing sangatlah dianjurkan untuk setiap orang.

Adapun cara melakukan social distancing untuk menghambat dan menghentikan penyebaran virus corona (COVID-19), antara lain:

  • Jangan mengadakan rapat atau pertemuan yang melibatkan banyak orang.
  • Selalu berhati-hati dengan benda di dalam fasilitas umum yang mungkin banyak disentuh orang.
  • Hindari keluar rumah saat jam sibuk.
  • Usahakan untuk tidak mengunjungi tempat yang tak diperlukan.
  • Hindari area yang menjadi tempat berkumpulnya orang-orang, seperti kantor, sekolah, bioskop atau arena olahraga.
  • Usahakan untuk tidak berjabat tangan dan cipika cipiki dengan orang lain.
  • Jauhi tempat orang-orang berdesakan.
  • Jangan terlalu dekat dengan orang lain.
  • Usahakan untuk tidak pergi bertamu ke rumah orang lain.
  • Alangkah lebih baik, bekerja dari rumah ketimbang di kantor,

Sementara terkait Physical Distancing mengutip akun Instagram @dit.promkes dari Kementerian Kesehatan RI, ada beberapa cara melakukan physical distancing, antara lain:

  • Hindari kerumunan.
  • Tidak berjabat tangan.
  • Jaga jarak minimal 1,5 meter.
  • Bekerja, belajar, dan beribadah di rumah.
  • Pakai masker bila sakit atau harus berada di tempat umum.

Stay safe semuanya, dengan masyarakat yang taat pada himbauan pemerintah, yakinlah pandemi ini bisa kita lewati!

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *