,

Yuk Cari Tahu Tentang Progeria!

oleh -443 views
Source : hellosehat.com

ZETIZEN RADAR CIREBON – Bagi para orang tua, anak-anak merupakan harta paling berharga yang pernah dimiliki. Tentu saja tidak ada orang tua yang menginginkan anak-anak mereka terkena serangan suatu penyakit entah itu penyakit ringan ataupun penyakit berat. Lalu, apa itu Progeria?

Progeria merupakan salah satu penyakit langka yang pada umumnya menyerang bayi. Para ahli menyatakan bahwa Progeria disebabkan karena kesalahan pada kromosom seseorang yang mengakibatkan penuaan dini. Dalam banyak kasus, penyakit ini  bukan penyakit turunan dan bukan juga penyakit menular. (Safna)

Penyakit Progeria. Source by Liputan6.com

Gejala

Bayi yang menderita Progeria akan menunjukan gejala melambatnya proses pertumbuhan, seperti berat badan bayi yang sulit bertambah. Pada umumnya, bayi penderita Progeria memiliki fisik yang kecil dan lemah, seperti fisik lansia. Beberapa ciri fisik pada bayi penderita penyakit ini yaitu,

  • Kulit keriput, muncul bintik-bintik dan kulit menipis.
  • Rambut rontok termasuk alis dan bulu mata.
  • Bentuk bola mata yang besar dan menonjol keluar.
  • Hilangnya otot dan lemak pada tubuh.
  • Pendengaran yang memburuk.
  • Memiliki wajah yang mungil.
  • Tulang rapuh dan persendian kaku.
  • Pembuluh darah di bawah kulit terlihat dengan jelas.

Penyebab

Salah satu penyebab kematian pada penderita penyakit ini adalah serangan jantung dan stroke. Jika bayi anda mengalami pertumbuhan yang tidak normal, segeralah untuk berkonsultasi kepada dokter. Perlu diketahui Progeria tidak mempengaruhi kecerdasan atau perkembangan otak pada penderitanya.

Untuk saat ini masih belum ditemukan obat untuk Progeria tetapi, para ahli menemukan satu jenis obat kanker yaitu FTI (farnesiltransferase inhibitor) yang diharapkan dapat mengobati sel-sel yang rusak.

Berikut cara pengobatan ;

  1. Obat. Para dokter biasanya akan memberikan obat untuk mencegah serangan jantung dan stroke. Hormon pertumbuhan juga dapat diberikan untuk menjaga berat badan dan tinggi agar terus bertambah.
  2. Terapi fisik dan okupasi. Terapi ini diberikan untuk mengatasi masalah sendi yang kaku.
  3. Pengobatan di rumah. Anak-anak penderita penyakit ini biasanya cenderung mengalami dehidrasi, maka mereka disarankan untuk meminum banyak air. Makanan ringan juga dapat membantu mereka.

 

Baca juga : Ketahuilah 5 Fakta Unik Dari Kulit Pisang!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.