4 Liga Champions Eropa Paling Epic dan Dramatis

oleh -196 views
bola.net
source pojoksatu.id

ZETIZEN RADAR CIREBON – Liga Champions merupakan liga paling bergengsi antar klub benua Eropa, dimana selalu menyajikan pertandingan-pertandingan bergengsi antar klub raksasa Eropa. Banyak momen-momen luar biasa terjadi di liga yang mempunyai Anthem khas tersebut. Di tengah pandemi COVID-19 saat ini, liga Champions merupakan liga yang sangat ditunggu-tunggu oleh penggemar sepakbola di seluruh dunia. Oleh karena itu Zetizen Radar Cirebon akan mengupas 4 Liga Champions Eropa paling dramatis dan epic. (alwan)

Atletico Madrid vs Real Madrid (Final Liga Champions 2013/2014)

source solopos.com

Gelaran Liga Champions edisi 2013/2014 ini mempertemukan dua klub raksasa kota Madrid di partai final yang dihelai di Estadio Da Luz, Lisboa, Portugal. Pertandingan bertajuk El Derbi Madrileno ini sangat ditunggu fans seluruh dunia. Pada akhir laga, Real Madrid-lah yang tersenyum lebar mendapat gelar kesepuluhnya atau La Decima yang dinantikan setelah 12 tahun lamanya. Pertandingan sendiri berjalan dramatis setelah 90 menit laga berjalan, Atletico masih unggul 1-0. Petaka mulai terjadi di 3 menit tambahan waktu. Melalui sepak pojok Luka Modric menemui kepala Sergio Ramos yang menghujam deras ke sudut gawang Thibaut Courtouis sekaligus memaksa laga dilanjutkan melalui extra time. Di sinilah mental Atletico hancur lebur sehingga 3 gol lagi mesti bersarang ke gawang mereka.

Chelsea vs Barcelona (Leg 2 Semifinal Liga Champions 2008/2009)

source football-tribe.com

Laga yang diselenggarakan di Stadion Stamford Bridge ini merupakan salah satu pertandingan paling dramatis, emosional, dan kontroversial sepanjang sejarah Liga Champions. Bagaimana tidak, Chelsea yang bertindak sebagai tuan rumah memiliki modal cukup baik setelah menahan imbang tanpa gol anak asuhan Pep Guardiola di laga pertama. Kemudian gol cepat Michael Essien membuat The Blues di atas angin. Satu kaki Chelsea tampaknya sudah di final setelah kartu merah Eric Abidal di pertengahan babak kedua membuat Barca bermain dengan 10 pemain. Kemudian beberapa keputusan kontroversial wasit Tom Henning Ovrebo muncul, dua klaim penalti dari Didier Drogba serta handball Gerard Pique tak digubris pengadil asal Norwegia tersebut. Namun fans tuan rumah masih dapat tersenyum sampai akhirnya di menit 93 sepakan jarak jauh Andres Iniesta merobek gawang mereka. Tidak berhenti di situ, di sisa waktu, Chelsea menyerang habis Barca hingga puncak kontroversi di laga ini muncul. Tendangan Michael Ballack mengenai tangan Samuel Eto’o, tapi No Penalty. Setelah peluit laga berakhir, beberapa pemain Chelsea melakukan protes keras terhadap Ovrebo.

Baca juga: Cristiano Ronaldo, Megabintang Dari Juventus

Barcelona vs Chelsea (Leg 2 Semifinal Liga Champions 2011/2012)

source sport.detik.com

Partai klasik di Liga Champions Eropa. Kedua tim memang kerap bertemu dalam beberapa musim terakhir dan saling mengalahkan serta menghadirkan beberapa drama. Dan di semifinal musim 2011/2012 undian kembali mempertemukan klub Catalan dan London tersebut. Leg pertama berakhir manis untuk tuan rumah Si Biru dengan kemenangan tipis 1-0. Tapi dengan modal itu publik banyak meragukan mereka akan lolos melewati hadangan juara bertahan dan klub terbaik dunia saat itu. Benar saja, di sepanjang paruh pertama laga, Lionel Messi cs memeragakan Tiki Taka yang sangat memukau. 2 gol mereka lesakkan ditambah kartu merah John Terry di pertengahan laga membuat siapa pun yakin Barca akan melenggang ke final di Munich. Namun gol cantik dari Ramires tepat sebelum peluit babak pertama berbunyi menjadi awal petaka tuan rumah. Skor 2-1 akan membuat Chelsea melaju dan hal tersebut direspon dengan serangan bertubi-tubi Barcelona. Penguasaan bola Barca mencapai 87% dengan total tembakan 16 shot. Sayangnya satu gol yang dicari tak kunjung datang malah petaka datang. Lewat serangan balik cepat, Fernando Torres menggiring bola sampai ke kotak penalti, melewati kiper, dan gol. Gol ikonik dari El Nino, dan menjadi hasil yang dramatis bagi penonton.

Barcelona vs Paris Saint-Germain (Leg 2 16 Besar Liga Champions 2016/2017)

source sport.detik.com

Kekalahan memalukan 0-4 dari lawatan ke Paris membuat klub Catalan memiliki misi berat guna lolos ke babak perempat final. Butuh 4 gol tanpa balas untuk menyeimbangkan agregat. Misi berjalan mulus awalnya, gol cepat Suarez dan gol bunuh diri bek PSG menutup paruh pertama. Gol penalti Messi 5 menit setelah jeda membuat seisi Camp Nou semakin bersemangat. Sayang di menit 62, gol Edinson Cavani bermakna penting bagi PSG. Aturan gol tandang. Memasuki menit 87 skor masih 3-1, artinya di sisa 3 menit plus tambahan waktu Barca butuh 3 gol. Jalan terjal itu dilalui dengan gol tendangan bebas Neymar semenit kemudian. Menit pertama tambahan waktu, penalti Neymar menyamakan agregat 5-5. Namun itu belum cukup karena PSG yang akan lolos. Detik-detik akhir, drama terjadi. Sontekan Sergi Roberto membuat comeback dramatis tercipta, Barcelona lolos. Laga dramatis ini terkenal dengan sebutan La Remontada.

Baca juga: Fakta-Fakta Unik Frank Lampard 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.