Mengenal Lebih Jauh Tentang Penyakit Ataxia!

oleh -473 views
Source by idntimes.com

ZETIZEN RADAR CIREBON – Spinocerebellar degeneration atau ataxia adalah sekumpulan gejala ataxia herediter yang berlatar-belakang adanya perubahan degeneratif pada bagian serebelum otak dan saraf tulang belakang. Ataxia merupakan gangguan dalam hal koordinasi anggota gerak, terutama dalam hal gaya berjalan. Serebelum merupakan bagian otak yang bertanggung jawab mengatur kontrol pergerakan tubuh. Gangguan pada bagian otak ini menimbulkan gangguan pada pergerakan tubuh.(gebii)

Gejala:

Gejala yang terjadi dapat berkembang perlahan atau menyerang secara tiba-tiba. Gejala umum ditunjukkan dengan gangguan saraf, yang meliputi:

  • Koordinasi gerak yang buruk.
  • Langkah kaki yang tidak stabil atau seperti mau jatuh.
  • Kesulitan mengendalikan motorik halus, seperti makan, menulis, atau mengancingkan baju.
  • Perubahan cara bicara.
  • Sulit menelan.

Ataxia dapat terjadi pada beberapa area dalam sistem saraf pusat. Berdasarkan lokasi kerusakan, dapat terbagi menjadi:

  • Ataxia serebelum (otak kecil). Kondisi ini terjadi saat kerusakan terjadi pada serebelum atau otak kecil yang berperan dalam keseimbangan atau koordinasi. Ataxia serebelum ditunjukkan dengan gejala berupa perubahan kepribadian atau tingkah laku, otot menjadi lemah atau mengalami tremor, sulit berjalan, bicara cadel, atau berjalan dengan langkah yang lebar.
  • Ataxia sensorik. Kerusakan bisa terjadi pada saraf tulang belakang atau sistem saraf perifer. Saraf perifer merupakan bagian sistem saraf selain otak dan saraf tulang belakang. Gejala ataxia sensorik, antara lain mati rasa di tungkai, sulit menyentuh hidung dengan mata tertutup, tidak bisa merasakan getaran, sulit berjalan dalam cahaya redup, atau langkah yang berat saat berjalan.
  • Ataxia vestibular. Kerusakan jenis ini terjadi pada sistem vestibular di telinga bagian dalam. Fungsi sistem vestibular adalah untuk mengatur gerakan kepala, keseimbangan tubuh, serta mempertahankan postur tubuh dalam sebuah ruang (spasial). Gejala gangguan sistem vestibular, antara lain gangguan penglihatan atau pandangan kabur, mual dan muntah, masalah saat berdiri atau duduk, sulit berjalan lurus, serta vertigo atau pusing.

Pengobatan:

Saat ini belum ditemukan pengobatan yang dapat menyembuhkan seseorang dengan penyakit ini. Oleh karena itu, penanganan yang diberikan sering kali bertujuan menangani keluhan yang mengganggu. Contohnya, seorang pasien bisa dirujuk melakukan fisioterapi untuk melatih otot tertentu dan melatih penggunaan alat bantu (kursi roda, tongkat, dan sebagainya) untuk membantu mobilitas. Beberapa jenis obat juga bisa disarankan, terutama untuk mengatasi masalah tremor, kekakuan, spasme otot, dan gangguan tidur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.