Pac Man Menjadi Tema Games Google Doodle Hari ini #Dirumahaja

oleh -279 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Bila anda mengenal game Pac Man, berarti anda sudah tua saat ini. Game arcade labirin buatan Namco ini sudah diproduksi sejak tahun 1980. Pada Jumat ini (8/5/2020) Google Doodle Games populer kembali mengajak kita untuk memainkan game Pac Man. Permainan tersebut, dihadirkan sebagai gerakan stay at home selama pandemi COVID-19. Mau tau bagaimana keseruan bermain Pac Man tersebut, simka informasi games berikut. (seno)

Kalian bisa akses game tersebut dengan meng-klik Doodle pada lama utama google. Kamu akan dibawa menuju hasil pencarian game Google Doodle populer. Game Pac-Man ini bisa dimainkan dengan menggerakan tombol navigasi seperti atas, bawah, kiri dan kanan.

Pada game tersebut, kita sebagai pemain harus memakan bintik-bintik putih yang ada disekitar labirin \ sambil menghindari musuh yang mengejar.

Lihat juga: Google Doodle Games Hari ini Bertemakan Musik Hip Hop #DirumahAja

Game Pac-Man yang dibuat di Jepang itu dikenal penjuru dunia, terdiri dari karakter utama berbentuk bulat kuning dengan mulut besar yang memakan bintik-bintik putih.

Pada game ini, pemain harus mengontrol tokoh berwarna kuning bernama Pac-Man dan membawanya mengelilingi lorong berlika-liku sambil “memakan” titik-titik kecil dan benda-benda khusus lainnya.

Pada saat yang sama, terdapat empat “hantu” yang berkeliling di lorong tersebut yang bertugas menangkap Pac-Man. Pac-Man dianggap sebagai salah satu permainan video klasik.

Game yang merupakan salah satu ikon tahun 1980-an ini digemari baik pria maupun wanita dibandingkan dengan permainan arkade lainnya.

Lihat juga: Wilbur Scoville, Game Google Doodle Terbaru Seberapa Pedaskah Kamu?

Sebagaimana dikutip Antara, video game Pac-Man kini menjadi koleksi permanen Museum of Modern Art di New York, tempat yang dianggap “hall of fame” dalam dunia seni.

Pac-Man bersama 13 game lain termasuk Tetris akan menjadi video game pertama yang jadi koleksi museum tersebut, seperti dikutip dari laman Asahi Shimbun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.