Permainan Tradisional Indonesia yang Kini Mulai Terlupakan

oleh -689 views

ZETIZEN RADAR CIREBON- Tidak salah lagi jika Indonesia dijuluki negara yang beragam. Dari mulai kebudayaan, tradisi, adat, suku ataupun yang lainnya dapat sobat temukan dari sabang sampai merauke. Seiring berkembangnya zaman dan juga teknologi, cukup banyak kebudayaan-kebudayaan yang sudah mulai luntur ditelan zaman. Seperti contohnya permainan-permainan tradisional yang kerap kita mainkan saat zaman dahulu. Banyak sekali anak-anak zaman sekarang yang sudah memilih untuk bermain smartphone ketimbang permainan tradisional yang lahir di tanah kelahirannya, padahal banyak sekali manfaat dari permainan tradisional tersebut. Ingin tahu apa saja permainan tradisional Indonesia yang dulu sering dimainkan? simak ulasan berikut, dan mari coba dirumah agar budaya Indonesia tetap terjaga. (farhan)

Kelereng atau Gundu

Sourfce by Inibaru.id

Yang pertama ada kelereng. Permainan tradisional ini termasuk permainan yang dulu sering sekali dimainkan oleh anak laki-laki. Selain cara bermainnya yang cukup mudah hanya dengan menyentilnya dengan menggunakan tangan, permainan tradisional ini memiliki banyak sekali manfaat. Contohnya seperti melatih kemampuan motorik, melatih kemampuan berfikir, kemampuan berkompetisi dan banyak lagi. Permainan ini dapat dimainkan di dalam atau di luar rumah, tetapi kebanyakan anak yang bermain gundu memainkannya di luar rumah dengan membuat garis untuk lintasan dan manaruh kelerengnya.

Congklak

Source by Inibaru.id

Permainan tradisional Indonesia yang selanjut nya yaitu congklak. Permainan yang satu ini cukup banyak dikenal diseluruh Indonesia. Di Jawa permainan ini sering disebut congklak, dakon, dhakon atau dhakonan, di Lampung disebut dengan nama dentuman lamban sedangkan di Sulawesi disebut dengan nama mokaotan. Permainan ini dilakukan oleh dua orang dengan menggunakan papan congklak yang memiliki 14 lubang kecil yang saling berhadapan dan 2 lobang besar di ujung papan yang dianggap milik si pemain. Awal perminan congklal biasanya diisi dengan 7 buah biji congklak. Orang pertama yang memulai permainan diperbolehkan untuk memilih lubang kecil yang sudah diisi oleh biji congklak kemudian meletakannya ke lubang sebelah kanannya. Jika ia berhenti dilubang besar ia dapat memulai permainannya lagi, jika ia berhenti di lubang kecil yang berisi biji lainnya ia dapat malnjutkan untuk mengisi biji yang lainnya. tetapi jika ia berhenti di lubang kosong atau sisi milik lawan ia harus berenti dan bergantian bermain.

Baca Juga: Black-Footed Cat, Si Imut yang Mematikan

Engklek

Source by Jatim Times

Berikutnya ada engklek. Permainan ini dapat dimainkan oleh anak laki-laki ataupun perempuan dengan jumlah minimal pemain 2 orang. Sebelum memulai permainan anak-anak menggunakanan media gambar kotak-kotak ditanah kemudian melempar sebuah koin atau batu untuk penanda kearah kotak terdekat terlebih dahulu. Setelah itu pemain diharuskan untuk melompat dengan menggunakan satu kaki melewati kotak-kotak yang sudah dibuat dan tidak boleh menginjak kotak yang sudah ditandai dengan koin ataupun batu. Dalam permainan ini keseimbangan sangat penting karena jika pemain tersebut terjatuh pemain itu harus bergantian bermain kepada pemain yang lain.

Petak Umpet

Source by Indozone

Permainan tradisional yang satu ini cukup mudah dan hanya perlu dindin untuk media juga pemain yang cukup banyak agar permainan lebih seru. Permainan ini tidak kalah populer dengan permainan tradisional lainnya. Aturan saat bermain putak umpet cukup mudah yaitu menjadikan salah satu pemain sebagai penjaga dengan memejamkan mata kemudian berhitung sedangkan pemain lainnya bersembunyi ditempat yang sekirannya tidak ditemukan oleh si penjaga. Setelah si penjaga selesai menghitung si penjaga harus mencari pemain yang lainnya. Jika si penjaga lengah pemain yang sedang bersembunyi bisa berlari ketempat penjaga dan menepak tembok dimana penjaga itu menghitung sambil berteriak “inglo“.

Ular Naga Panjang

Source by Tentik

Jika permainan sebelumnya harus menggunakan media, permainan tradisional yang satu ini tidak memerlukannya. Cukup mengumpulkan beberapa orang yang terdiri dari 2 orang penjaga yang menggunakan tangan nya untuk membuat sebuah terowongan dan juga beberapa orang lainnya yang berbaris dan menaruh tangan di pundak teman depannya. Setelah itu pemain yang berbaris beralan mengelilingi dan melewati si penjaga sambil menyanyikan lagu ular naga panjang sampai selesai. Jika lagu tersebut sudah selesai penjaga harus menangkap satu orang dan orang yang tertangkap tersebut harus keluar dari barisan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.