Siren, Legenda Makhluk Bersuara Indah Pembawa Petaka

oleh -1.425 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Mitologi Yunani kuno banyak memuat tentang makhluk-makhluk dan mitos yang bukan manusia. Ada banyak makhluk mitos terkenal yang lahir dari mitologi ini, seperti halnya Siren. Makhluk cantik ini merupakan salah satu sosok terkenal dalam kisah Yunani kuno. Sosok menawan ini adalah makhluk legendaris, termasuk kaum Naiad (salah satu kaum nimfa yang hidup di air) yang hidup di lautan. Mereka tinggal di pulau yang dikelilingi oleh batu karang dan tebing. (Nindi)

Baca Juga: Kisah Cinta Psikhe dan Cupid

Sosok Siren

Siren atau Seirenes digambarkan sebagai makhluk berwujud wanita cantik berkaki burung, dengan sayap maupun tidak. Selain itu mereka juga selalu dilukiskan sedang membawa alat musik, khususnya Harpa. Namun seiring berjalannya waktu, gambaran tentang wujud mereka pun berubah. Saat ini mereka lebih sering dilukiskan sebagai sosok cantik nan rupawan yang memiliki ekor ikan sebagai pengganti kaki. Yap, sosok Siren saat ini lebih seperti sosok seorang putri duyung.

Walaupun memiliki wujud yang menawan, makhluk yang satu ini merupakan pembawa kemalangan, khususnya pada para pelaut. Mereka akan menyanyi dengan suara mereka yang sangat indah dan membuat para pelaut terbuai. Mereka yang telah terhipnotis oleh nyanyian sosok tersebut akan menceburkan diri kedalam lautan. Namun terkadang mereka juga membuat  kapal-kapal berukuran besar menabrak karang lalu tenggelam.

Kisah pertemuan dengan para Siren diceritakan dalam kisah Odisseia karya Homer. Suatu ketika, saat Odysseus harus melewati tempat para Siren, ia menyuruh semua awak kapalnya untuk menyumbat telinga mereka dengan lilin. Hal ini agar mereka tidak mendengar suara makhluk menawan tersebut yang menghanyutkan hati. Sementara ia sendiri ingin agar dirinya diikat pada tiang dengan tidak menyumbat telinga karena penasaran seperti apa nyanyian sosok tersebut. Saat ia mendengar suara merdu mereka, ia memberontak dan menyuruh awak kapalnya agar melepaskan ikatan tali tersebut. Namun para awak kapalnya menolak. Ketika kapal mereka sudah jauh dari tempat makhluk mitos tersebut, Odysseus berhenti memberontak dan menjadi tenang, setelah itu dibebaskan.

Kisah pertemuan dengan para Siren juga diceritakan dalam epos tua berjudul Argonautica. Kheiron memperingatkan Iason bahwa Orpheus kelak akan sangat berguna dalam perjalanannya. Ketika Iason dan kapalnya melewati pantai berkarang yang menjadi tempat para Siren, Orpheus mendengar suara mereka yang merdu. Lalu Orpheus pun memainkan harpa dengan nyanyian yang lebih merdu daripada nyanyian nereka. Karena merasa kalah, para Siren menceburkan diri ke laut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *