Attila The Hun, Ancaman di Antara Barat dan Timur

oleh -528 views
Ilustari Attila The Hun

ZETIZEN RADAR CIREBON – Attila The Hun atau disebut raja Bangsa Hun, Attila yang berkuasa di wilayah utara Sungai Danube, Dataran Hungaria. (angga)

Pada awal abad ke-5, Kekaisaran Romawi telah terbagi menjadi dua. Kekaisaran Romawi Timur di Konstantinopel dan Kekaisaran Romawi Barat di Ravenna.

Kekaisaran Romawi Timur disebut juga Byzantium. Di antara Timur dan Barat berkuasa Attila, raja dari bangsa Hun.

Pada tahun 441, Attila merebut Balkan dari Byzantium. Kaisar Romawi Timur terpaksa membayar upeti tinggi agar Bangsa Hun tak lagi mengancam tembok tembok pertahanan Konstantinopel.

Ilustari Attila The Hun

Attila dilahirkan tahun 406. Pamannya, Ruga (atau Rua), adalah penguasa yang mempersatukan suku-suku Hun.

Baca Juga : Julius Caesar, Sang Penakluk Galia

Ruga pada tahun 418 membuat perjanjian damai dengan kekaisaran Romawi Barat. Attila dikirim sebagai sandera untuk memperkuat perjanjian damai.

Attila menjadi penguasa tunggal bangsa Hun setelah saudara laki-lakinya, Bleda, wafat pada tahun 445. Dua tahun kemudian dia memulai serangan ke Byzantium. Sekurangnya 70 kota mereka hancurkan sebelum tertahan tembok-tembok pertahanan konstantinopel.

Ilustrasi Bangsa Hun memperluas kekuasaannya melalui pertempuran / FACTS AND DETAIL

Walau Attila dan bangsa Hun memiliki kemampuan berperang yang hebat, namun mereka sempat dipukul mundur di Pertempuran Chalon (451) oleh Flavius Aetius.

Attila dan pasukannya dipukul mundur dalam pertempuran Challon

Sebelum wafat, Attila The Hun telah menaklukkan sekurangnya 70 kota sebelum tertahan tembok perbatasan yang ada di Konstantinopel.

Attila wafat karena terserang penyakit yang menyebabkan kematiannya pada tahun 453.

Baca Lagi : Penaklukan Konstantinopel 29 Mei 1453

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.