Enggak Bisa Kumpul Keluarga? Virtual pun Jadi Solusinya

oleh -317 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Edi Santoso menilai silaturahmi secara virtual pada Idul Fitri di tengah pandemi merupakan langkah yang paling realistis. (seno)

“Komunikasi virtual, silaturahmi sosial dengan model konferensi video merupakan langkah yang paling realistik pada saat pandemi seperti saat ini,” katanya di Purwokerto, Jawa Tengah, Ahad (24/5).

Lihat juga: 5 Aplikasi Ini Bisa Digunakan Untuk Ucap Hari Raya Idul Fitri

Edi yang merupakan koordinator program studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman. Ia menjelaskan pandemi COVID-19 telah banyak mengubah cara berinteraksi.

“Jarak fisik sekarang ini menjadi konsekuensi logis, demi mencegah penularan COVID-19, soal apakah pesan dapat tersampaikan atau tidak tentu banyak variabel yang mempengaruhinya, media hanya salah satu di antaranya,” katanya.

Lihat juga: Fjord, Lembah yang Menjulang Tinggi Dengan Perairannya yang Dalam

Menurut dia, kemajuan teknologi telah memberikan solusi agar seseorang dapat tetap bisa berinteraksi di tengah imbauan untuk menjaga jarak fisik.

“Salah satu yang masih dapat disyukuri adalah bahwa pandemi terjadi pada saat masyarakat sudah makin akrab dengan internet.

Lihat juga: 5 Kue yang Identik dengan Perayaan Hari Raya Idul Fitri

Ketika pita lebar jaringan seluler semakin memungkinkan transfer data, sehingga komunikasi konferensi video makin mudah dilakukan. Kini semua orang sudah akrab dengan aplikasi Zoom, Webex, Google Meet atau yang sejenisnya,” katanya.

Menurut dia, perjumpaan secara virtual yang berlangsung selama beberapa menit setidaknya cukup untuk menggantikan silaturahmi langsung.

“Karena kita sedang terkendala bersama maka kita juga akan saling memaklumi, seperti apapun pesan yang kita ikhtiarkan, maka akan bisa dimengerti ketika ketulusan di atas segalanya,” katanya.

Lihat juga: NASA Bantah Telah Menemukan Alam Semesta Pararel, Benarkah Demikian?

Dia juga mengakui bahwa komunikasi secara virtual mungkin tidak sepenuhnya bisa menggantikan interaksi fisik atau perjumpaan secara langsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *