Hana Kimura, Pegulat Asal Jepang Berdarah Indonesia Mengakhiri Hidupnya Dengan Bunuh Diri

oleh -275 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Hana Kimura, pegulat Jepang berdarah Indonesia membuat heboh. Pasalnya dia dikabarkan meninggal dunia , Sabtu (23/5/2020).  (seno)

Lihat juga: Aktor Park Ji Hoon Meningal Dunia Karena Kanker Perut yang Dideritanya

Lewat kabar World Wonder Ring Stardom merupakan label raksasa gulat profesional yang menaungi kematian Hana pada Sabtu (3/5/2020)

“Stardom fans, dengan berat hati melaporkan Hana Kimura telah meninggal dunia,” tulis akun @We_are_stardom, Sabtu 23 Mei 2020. Pihak Stardom meminta penggemar menghormati prosesnya.

Lihat juga: Mori Hamako, Nenek 90 Tahun Asal Jepang menjadi Gamers Sekaligus Youtuber Tertua di Dunia

Pihak Stardom meminta doa yang terbaik untuk keluarga dan rekanan Hana Kimura.

Penyebab Kematian Kimura masih simpah siur, pihak Stardom masih enggan mengelaborasi lebih lanjut. “Detailnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian,” kata pihak Stardom.

Dilansir dari NewsWeek, Kimura meninggal pada Sabtu (23/5).

Tidak dijelaskan secara detail apa penyebab Kimura meninggal.

Namun beberapa sumber menyebutkan bahwa pegulat berdarah Indonesia itu meninggal setelah menerima cyberbullying yang cukup parah di media sosialnya.

Sementara itu, lewat  akun Instagram penggemar Hanna, Hana Kimura meninggal pada usia 22 tahun saat itu.

Postingan tersebut tertulis, “Saya tidak tahu berapa banyak komentar yang saya lihat tentang orang-orang bertanya kapan dia akan pergi ke WWE atau AEW.

Saya yakin dia akan sukses di mana pun dia pergi, tetapi sekarang kita hanya bisa membayangkan jalan kariernya.

Yang bisa saya katakan adalah bahwa, untuk para penggemar, Hana adalah orang yang istimewa. Dunia gulat  kehilangan dia. Beristirahatlah dengan tenang, Hana”

Para penggemar Hana menyayangkan kematiannya dalam postingan itu, mereka mengaku sedih sekaligus marah terhadap aksi cyberbullying yang selama ini ditujukan kepada Hana.

Lihat juga: Lagu Anak-Anak yang Terkutuk, Part 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.