The Last of Us Part 2, Mengapa Sequel Ini Mendapatkan Respon Negatif?

oleh -837 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – (Artikel ini mengandung Spoiler) The Last of Us Part 2 adalah kelanjutan dari game pertamanya, dan project terbesar Naughty Dog’s sampai saat ini. Banyak orang sudah menunggu sequel-nya sejak diumumkan. Namun banyak fansnya dikecewakan dengan game tersebut, mayoritas karena jalan cerita dan kontroversi didalamnya. (Zhorif)

The Last of Us Part 2 mengambil latar 5 tahun setelah game pertamanya. Kali ini, kita akan bermain sebagai Ellie yang menjelajah dan menyelesaikan berbagai tugas di Amerika Serikat pasca-apokaliptik. Game action-adventure ini memberikan kita banyak pilihan senjata dan opsi untuk melindungi diri kita dari The Infected. Game pertamanya memiliki reputasi yang bagus, dan banyak fans memiliki harapan yang tinggi untuk sequel-nya.

Baca juga: Daftar Game yang Dikonfirmasi Akan Hadir di PlayStation 5

Namun para fans dikecewakan oleh sequel-nya. Walaupun memiliki grafis dan soundtrack yang jauh lebih baik dari game sebelumnya, jalan ceritanya cukup mengecewakan, belum lagi kontroversi LGBTQ didalamnya. Salah satunya adalah kematian Joel yang tidak masuk akal. Joel dikenal sebagai karakter yang waspada dan tidak mudah terperdaya. Namun sepertinya developer game ini melupakan bagian tersebut agar plot tetap berjalan.

Banyak juga yang mengkritik karena membuat Abby, karakter yang membunuh Joel sebagai protagonis kedua selain Ellie. Masalah lainnya terletak di ending, dimana Ellie memilih untuk membiarkan Abby hidup walaupun telah menyakiti dan menyusahkan hidupnya. Banyak fans yang menganggap ending-nya tidak logis dan tidak bisa dibenarkan.

Baca juga: 10 Istilah Dalam Game Yang Harus Kalian Ketahui!

The Last of Us Part 2 berfokus pada pembalasan dendam. Dan karenanya, banyak fans berharap setidaknya bisa memilih antara membiarkan Abby hidup atau membunuhnya. Para pemain merasa tidak logis terhadap keputusannya setelah semua yang terjadi. Ending sequel ini juga bersifat langsung dan tanpa pilihan lain, berbeda dengan ending game sebelumnya yang ambigu secara moral.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.