USS Enterprise, Kapal Perang Dengan Penghargaan Terbanyak Di Perang Dunia 2

oleh -955 views

ZETIZEN RADAR CIREBON –¬†Pada perang pasifik, kapal induk secara drastis mengubah jalannya pertempuran laut. Hal tersebut dikarenakan pesawat tempur lebih efektif, fleksibel, dan memiliki jarak yang lebih jauh daripada kapal perang tipe battleship. Dari semua kapal induk yang berpartisipasi dalam perang dunia ke-2, salah satu yang mencolok adalah USS Enterprise. (Zhorif)

USS Enterprise adalah salah satu kapal perang Amerika Serikat yang ditakuti Jepang. Kapal induk ini juga merupakan satu-satunya kapal Yorktown-class yang selamat. Walaupun militer Jepang telah beberapa kali mengumumkan bahwa kapal induk berjulukan “Lucky E” ini telah ditenggelamkan, kapal induk ini selalu kembali dan mendatangkan malapetaka bagi Jepang.

USS Enterprise diluncurkan pada tanggal 3 Oktober 1936, dan mulai ditugaskan dalam perang pada tanggal 12 Mei 1938. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kapal induk dengan hull classification symbol CV-6 ini adalah kapal perang Yorktown-class. Yang terdiri dari USS Yorktown dan USS Hornet, keduanya tidak selamat dengan USS Enterprise satu-satunya kapal perang Yorktown-class yang selamat.

USS Enterprise telah berpartisipasi dalam hampir semua peperangan dalam pacific theatre, dan bukan tanpa alasan kapal induk ini ditakuti oleh Jepang saat itu. Pesawat tempur dan pengebom dari kapal ini telah menjatuhkan 911 pesawat musuh, menenggelamkan 71 kapal perang musuh, dan merusak atau menonaktifkan 192 lebih kapal perang musuh. Kehadiran kapal ini membawa semangat bagi Allies dan memicu ketakutan pada musuh.

Baca juga: USS Iowa, Sang Behemoth Dari Angkatan Laut Amerika Serikat

Setelah operasi Magic Carpet, kapal perang berjulukan “The Grey Ghost” ini¬†berlayar menuju New York Naval Shipyard pada 18 Januari 1946 untuk penonaktifan. Kapal ini mendapatkan 20 Battle Stars, Presidential Unit Citation, dan Navy Unit Commendation. Berbagai upaya dilakukan untuk melestarikan kapal ini, namun gagal karena kurangnya dana. Namun berbagai artefak seperti jangkar dan papan nama tetap dilestarikan sebagai pengingat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.