Sastrawan Indonesia Sapardi Djoko Damono Tutup usia yang ke 80 Tahun

oleh -125 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Minggu, 19 Juli 2020, Sastarwan Indonesia Sapardi Djoko Damono meninggal dunia pada pukul pukul 09.17 WIB. Sapardi tutup usia yang ke 80 tahun. Dikutip dari Kompas.com, ia menghembuskan nafas terakhirya di Rumah Sakit Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan.

Banyak warganet turut menyampaikan dukacitanya lewat jejaring sosial entah berupa foto ataupun ucapan mengenang Sapardi lewat karya karya yang ia buat.

Sapardi atau kerap dipanggil dengan SDD ini berupa kabar sedih perdunia sastrawam Indonesia apalagi puisi yang buat bejudul Aku Ingin ini sangat dicintai oleh banyak orang.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Diatas merupakan salah satu bait dari puisi Aku Ingin ciptaan Sapardi Djoko Damono dalam buku kumpulan puisi berjudul “Hujan di Bulan Juni” pada tahun 1989.

Bagi yang belum tau, Sapardi Djoko Damono ialah seorang dosen, penyair, kritikus serta pengarang frasa sastra asal Indonesia. Ia lahir di Surakarta pada 20 Maret 1940, putra pertama pasangan Sadyoko dan Saparian.

Semasa duduk dibangku SMA ia sering sekali menulis sejumlah karya yang dikirimkan ke majalah-majalah. Inilah perkembangan awal Sapadi mulai masuk kedalam dunia Sastra sampai saat dimana ia meraih banyak pernghargaan seperti SEA Write Award.

Puisi Sapardi Djoko Damono termasuk banyak dikagumi, karena banyak kesamaan dengan yang ada dalam persajakan Barat yang disebut simbolisme sejak akhir abad ke-19.

Lihat juga: Lawan Hoax, Berikut Cara Ketahui Situs yang Kredibel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *