Inilah Gejala yang Terjadi Jika Keracunan Makanan!

oleh -362 views
Source by Alodokter

ZETIZEN RADAR CIREBON – Jika merasa mual atau diare setelah mengonsumsi sesuatu, maka bisa dipastikan kalian menderita keracunan makanan. Makanan atau minuman penyebab keracunan, mengandung bakteri, virus, atau parasit yang dapat mengeluarkan racun. (Fajar)

Kasus keracunan makanan paling sering disebabkan oleh kebiasaan jajan sembarangan. Anak-anak, ibu hamil, dan lansia paling rentan mengalami hal ini karena daya tahan tubuh mereka tidak sekuat orang dewasa sehat umumnya. Bila tidak segera ditangani, keracunan makanan bisa menyebabkan komplikasi serius.

Efek atau gejala keracunan makanan dapat muncul beberapa saat setelah kalian mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, namun bisa juga beberapa hari atau bahkan beberapa minggu kemudian. Berikut adalah ciri-ciri jika keracunan makanan.

1. Diare

Diare merupakan salah satu ciri-ciri keracunan makanan yang paling umum. Diare bisa muncul beberapa jam setelah makan makanan yang terkontaminasi atau dalam 1-2 hari kemudian. Ciri diare yang menjadi gejala keracunan makanan biasanya berupa feses lembek berair, yang kadang mengandung ampas makanan.

Gejala ini muncul sebagai efek dari kuman yang menginfeksi sistem pencernaan. Infeksi membuat usus bekerja lebih keras, tapi tidak efisien menyerap makanan dan air dengan baik. Hal ini kemudian justru menyebabkan usus menarik cairan tubuh lebih banyak.

2. Mual dan muntah

Mual dan muntah adalah dua gejala keracunan yang sagat umum. Namun, seberapa cepat berbagai gejala ini muncul, tergantung pada jenis bakteri dan juga makanan yang terkontaminasi.

Bakteri listeria ini, sebagian besar ditemukan di dalam produk seperti susu, dan keju. Bakteri ini dapat menyebabkan gejala sejak 3 hingga 70 hari setelah kamu mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

3. Buang angin

Kram perut dan disertai dengan buang angin secara berlebihan bisa menjadi salah satu indikasi dari keracunan bahan makanan. Di sela-sela gejala tersebut seringkali ditambah dengan seringnya pergi ke toilet. Hal tersebut bisa menjadi pertanda dari adanya bakteri aktif di dalam perut kalian.

4. Demam

Demam adalah gejala yang umum terjadi akibat berbagai penyakit karena demam merupakan salah satu mekanisme tubuh dalam melawan peradangan yang terjadi pada tubuh. Senyawa pirogen dalam tubuh dilepaskan oleh sistem imun atau oleh bakteri menular yang masuk ke dalam tubuh.

Senyawa ini kemudian memicu terjadinya demam atau kenaikan suhu tubuh. Peningkatan suhu pada tubuh dapat meningkatkan aktivitas sel darah putih untuk melawan infeksi.

5. Badan lemas

Proses terjadinya infeksi dalam tubuh dan segala macam gejala yang kalian rasakan selama keracunan makanan dapat membuat badan lemas.

Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kadar elektrolit tubuh yang terkuras habis terbawa oleh feses cair dan cairan muntah. Padahal, cadangan elektrolit penting fungsinya untuk membantu kerja otot tubuh agar bisa berfungsi normal. Jika tubuh kekurangan kadar elektrolit, maka kemungkinan kalian bisa lemas tak bertenaga.

Baca juga : Inilah Makanan yang Dapat Memicu Darah Tinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.