BADAK : Panser Tangguh Kelahiran Tanah Air

oleh -101 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Kendaraan pengangkut personel lapis baja atau biasa disebut panser atau juga APC (Armoured Personnel Carrier). Dibuat sebagai alat transportasi untuk pasukan infanteri di medan perang. Biasanya hanya dipersenjatai dengan senapan mesin berkaliber kurang dari 20 mm sebagai alat pertahanannya. Walaupun saat ini sudah banyak varian APC yang menggunakan meriam, peluru kendali anti tank, dan mortir. Kendaraan jenis ini sebenarnya tidak dirancang untuk pertempuran langsung, melainkan digunakan sebagai kendaraan recovery yang dirancang khusus untuk melindungi infanteri dari serangan lawan atau pecahan ledakan.

Indonesia biasa menyebut kendaraan jenis ini dengan nama Panser. Agak kurang cocok sebenarnya, karena kata panser berasal dari kata panzer yang merupakan sebutan untuk tank asal Jerman (Wehrmacht) pada masa Perang Dunia ke 2. Indonesia juga telah memiliki pansernya sendiri yaitu Anoa. Namun ada panser lainnya yang berasal dari Indonesia juga yaitu Badak.

Ingin tau lebih dalam tentang panser Badak ini? Yuk simak artikel berikut! (fattah)

 

Awal Mula

 

Badak merupakan panser Anoa yang disempurnakan, dikembangakan dan dipasangkan meriam untuk senjata utamanya, Source : MiliterMeter

 

Dikutip dari Wikipedia, panser ini merupakan proyek pengembangan panser Pindad Anoa 6×6. Ada kemungkinan varian ini dinamai Tarantula dan bekerja sama dengan Industri Pertahanan Korea Selatan dalam pengembanganya. Varian ini ditujukan sebagai bantuan tembakan untuk batalion kavaleri. Pada tanggal 20 Desember 2011 Wamenhan mengunjungi Pindad untuk melihat perkembangan riset disana, diperlihatkan wujud Anoa kanon yang lebih baru.

Penantian kepastian spesifikasi dan penamaan varian ini akhirnya selesai, pada tanggal 25 Juli 2013, Pindad telah selesai merakit 11 unit panser Tarantula buatan Doosan DST. Untuk saat ini, Pindad hanya bertugas merakit dan menguji kelayakan dari panser ini dan belum ada indikasi tingkat manufaktur panser seperti yang sudah-sudah. Total varian Tarantula yang dipesan oleh TNI ialah 22 unit, 11 lainnya sudah dirakit di Korea Selatan oleh Doosan. Sebenarnya, kendaraan ini sudah dipesan sejak tahun 2009, namun karena adanya permintaan kemampuan khusus oleh pihak Indonesia, maka pengerjaannya menjadi tertunda-tunda. Pada HUT TNI tertanggal 5 Oktober 2013, beberapa unit Tarantula sudah dipamerkan dan menggunakan camo TNI-AD.

 

Baca Juga : HARIMAU : Medium Tank Asal Indonesia

 

Akhirnya pada tahun 2014, Pindad yang bekerja sama dengan CMI Defense Belgia merilis varian penyempurnaan Anoa kanon yang diperlihatkan pada tahun-tahun sebelumnya dan dinamai Badak oleh Wakil Presiden H.M Jusuf Kalla pada pameran Indo Defence tahun 2014. Pada akhir tahun 2015 Badak mendapatkan sertifikasi dari TNI Angkatan darat disusul pemesanan 50 unit.

 

Spesifikasi dan Kelengkapan

 

Panser ini dilengkapi dengan meriam CSE-90/MK-III buatan CMI Defense, Belgia. CSE-90 berkaliber 90mm sebagai senjata utamanya dan senapan mesin coaxial 7,62mm sebagai senjata sekundernya. Untuk perangkat komunikasi menggunakan Intercom set VHF/FM dengan fasilitas anti-jamming dan berkemampuan hopping channel. Peralatan pertempuran lainnya adalah teropong malam (Night Vision Google), GPS, dan perangkat sensor senjata.

Memiliki kekuatan mesin diesel 340 HP yang dilengkapi dengan Turbo Charger Intercooler mampu membawa kendaraan ini pada top speed 80 km/h dengan daya jelajah sejauh 600 kilometer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *