Google : Mengenang Sosok Almarhum Benyamin Sueb

oleh -27 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Indonesia memiliki banyak sekali seniman yang sukses dengan karirnya. Kebanyakan dari mereka biasanya selalu memiliki ciri khasnya masing-masing, hal itulah yang membuat mereka tidak pernah terlupakan. Salah satu tokoh seniman legendaris yang berasal dari Indonesia ialah Almarhum H. Benyamin Sueb.

Beliau meninggal di Jakarta pada tanggal 5 September 1995 pada umur 56 tahun. Walaupun sudah tiada, kenangan-kenangan beliau masih ada dan tersimpan rapih pada karya-karyanya. Ingin tau profil serta perjalanan karir beliau? Yuk kita simak artikel berikut ini! (fattah)

 

Profil Alm. H. Benyamin Sueb

 

Tak hanya menjadi seorang aktor dan pelawak, Benyamin Sueb juga merupakan seorang penyanyi dan sutradara, Image Source : Wiken

 

Benyamin Sueb lahir di Batavia (Jakarta), Hindia Belanda (Indonesia) pada tanggal 5 Maret 1939. Meninggal di Jakarta pada tanggal 5 September 1995, akibat serangan jantung. Beliau dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta.

Sejak kecil, Benyamin sudah merasakan getirnya kehidupan. Bungsu delapan bersaudara pasangan Suaeb-Aisyah kehilangan bapaknya sejak umur dua tahun. Karena kondisi ekonomi keluarga yang tak menentu, si kocak Ben sejak umur tiga tahun sudah diperbolehkan untuk mengamen keliling kampung dan hasilnya untuk biaya sekolah kakak-kakaknya.

Penampilan Ben kecil memang sudah beda, sifatnya yang jahil namun humoris membuat Ben dapat menyenangi teman-temannya. Seniman yang berasal dari Kemayoran ini sudah terlihat bakatnya sejak masih anak-anak.

Benyamin memulai Sekolah Dasar (dulu disebut Sekolah Rakyat) Bendungan Jago sejak umur 7 tahun. SD kelas 5-6 pindah ke SD Santo Yusuf Bandung. lalu melanjutkan SMP Jakarta lagi, yaitu SMPN Taman Madya Cikini. Satu sekolahan dengan pelawak Ateng. Pada sekolahannya, ia tergolong nakal. Pernah melabrak gurunya ketika akan kenaikan kelas, ia mengancam, “Kalau gue kagak naik lantaran aljabar, awas!” Lulus SMP ia melanjutkan pendidikannya ke SMA Taman Siswa Kemayoran, Jakarta. Sempat setahun kuliah di Akademi Bank Jakarta, tetapi tidak tamat.

Baru setelah menikah dengan Nonnie pada 1959 (mereka bercerai 7 Juli 1979, tetapi rujuk kembali pada tahun itu juga), Benyamin kembali menekuni musik. Bersama teman-teman sekampungnya, mereka membentuk Melodyan Boy. Benyamin nyanyi sambil memainkan bongo. Bersama bandnya ini pula, dua lagu Benyamin terkenang sampai sekarang, Si Jampang dan Nonton Bioskop.

 

Karier

 

Benyamin mengaku tidak memiliki cita-cita yang pasti. Tergantung kondisi, kata penyanyi dan pemain film yang suka membanyol ini. Benyamin pernah mencoba mendaftar untuk jadi pilot, tetapi niatnya terurungkan lantaran ibunya melarang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *