King Cheetah, Salah Satu Hewan Paling Langka yang Perlu Kamu Ketahui

oleh -1.346 views

ZETIZEN RADAR CIREBON- Keberadaan King Cheetah mulai terekspos oleh manusia di Zimbabwe pada tahun 1920, yang kemudian di catat oleh Reginald Innes Pocock di dalam Naturalis Inggris pada tahun1927. Sebagian penduduk Zimbabwe sendiri mengira King Cheetah merupakan persilangan antara macan tutul dan juga cheetah. Namun anggapan tersebut dibantah oleh pada ilmuan yang meneliti pada tahun 2012.

Hasil penelitian tersebut mengatakan bahwa pola-pola pada pada raja cheetah merupakan variasi dari pola pada umumnya yang dihasilkan dari mutasi gen yang sama. “Mutasi gen tunggal telah menyebabkan garis-garis menjadi bercak, dan bintik-bintik menjadi garis-garis,” kata Greg Barsh, MD, PhD, yang merupakan seorang profesor genetika emeritus dan pediatri di Stanford dan seorang peneliti di Institut HudsonAlpha.

Baca Juga: Fakta Kucing Besar yang Banyak Orang Salah

Source by Storyteler Travel

Perbedaan

Source by The New York Times

Perbedaan yang sangat signifikan antara cheetah biasa dengan raja cheetah terdapat pada bulunya yaitu memiliki bulu dasar yang berwarna krem dan tiga garus hitam lebar di punggungnya dan juga pola cincin ekor yang memiliki sedikit dominasi bulu bergaris panjang. Selain itu ada beberapa perbedaan lainnya yaitu bulunya yang lebih lembut dan juga halus, dapat bertahan tanpa air hingga 10 hari lamanya dan asupan daging yang lebih banyak dari cheetah biasa.

Kelangkaan

Saat ini populasi raja cheetah sudah bisa ditemukan di wilayah safana Afrika, khusunya Afrika Selatan. Populasi raja cheetah pun semakin menurun hingga mencapai 90%. Faktor umum yang membuat hewan ini menjadi langka yaitu karena konflik dengan manusia yang terus mendesak wilayah habitat hewan tersebut. Sementara, raja cheetah membutuhkan ruang jelajah sebesar 57 mil persegi. Selain itu, kelahiran pun menjadi faktor hewan ini masuk kedaftar hewan yang sangat langka. Seperempat dari anak yang terlahir dari dua cheetah normal yang keduanya memiliki gen resesif, akan memiliki tanda raja cheetah. Di perkirakan hanya tersisa kurang dari 50 ekor. (farhan)

Baca Juga: Black-Footed Cat, Si Imut yang Mematikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *