,

Kuliner Khas Pekalongan yang Wajib Kamu Cicipi

oleh -686 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Indonesia memiliki banyak sekali budaya yang bermacam-macam. Dimulai dari ujung sabang, hingga ujung merauke memiliki ciri kultur dan budaya khasnya masing-masing. Dari pakaian adat, rumah adat, senjata tradisional, bahasa, mata pencaharian bahkan hingga makanannya pun juga beragam. Ya, masing-masing daerah tentunya memiliki makanan khasnya sendiri.

Sebelumnya kita telah membahas tentang kuliner khas asal Kota Udang Cirebon, Jawa Barat. Buat kalian yang belum baca, silahkan mampir di sini.

Nah selanjutnya kita akan membahas kuliner khas asal Kota Batik, ya Kota Pekalongan. Kota yang berada di Jawa Tengah ini dikenal dengan batiknya yang memiliki corak khas dan bervariatif. Selain batiknya yang memiliki ciri khas, kota ini juga memiliki kuliner khasnya sendiri. Ingin tahu? Yuk simak artikel berikut ini! (fattah)

 

1. Tauto / Soto Pekalongan

 

Tauto adalah makanan khas Pekalongan dari dua perpaduan kebudayaan kuliner (Tionghoa dan India) yang menyatu dan terjadi di Pekalongan. Source : yukmakan

 

Kuliner khas Kota Pekalongan yang pertama adalah Tauto atau lebih kita kenal dengan sebutan Soto Pekalongan, Tauto berasal dari nama makanan Tiongkok yang bernama Caudo yakni sebuah makanan yang berkuah, yang pertama kali dipopulerkan di wilayah Semarang. Lambat laun orang pribumi khususnya Jawa memberikan sebutan Soto yang berasal dari Homofon Caudo. Kalau di Makasar makanan ini disebut Coto dan di daerah Pekalongan sendiri, masyarakat menyebutnya Tauto.

Untuk bahan-bahannya terdiri dari mie soun, irisan daging kerbau, dan kuahnya yang berasal dari berbagai macam rempah dan tauco membuat warna dari kuahnya nampak hitam dan pekat. Tidak lupa dengan taburan bawang goreng, daun bawang, sambal serta perasan jeruk nipis sebagai pelengkapnya. Biasanya warga pekalongan menyantap kuliner ini dengan nasi ataupun lontong.

 

2. Nasi Megono

 

Nasi megono berasal dari dua kata dalam bahasa jawa yaitu mergo yang artinya sebab dan ono yang artinya ada, source : Instagram (ny.rempong)

 

Kuliner selanjutnya adalah nasi Megono. Makanan ini dapat kita temukan dengan mudah di Kota Pekalongan, karena makanan ini biasanya dijajakan di warung-warung pinggir jalan.

Nasi Megono terdiri dari nasi yang atasnya diberikan cacahan atau potongan buah nangka muda yang sudah dibumbui dan direbus serta dicampurkan dengan parutan kelapa, sehingga walaupun kuliner ini bentuknya sangat sederhana namun dapat memberikan rasa yang kuat dan dijamin pasti kamu akan menyantapnya dengan lahap. Warga pekalongan biasanya menyantap hidangan ini ditemani dengan tempe mendoan (tempe tepung yang digoreng setengah matang) yang masih hangat

 

3. Pindang Tetel

 

walaupun bernama Pindang Tetel, kuliner ini tidak ada campuran ikan sama sekali melainkan menggunakan tetelan sapi, Source : Instagram (pekalonganpost)

 

Berikutnya ada Pindang Tetel. Kuliner ini mirip dengan Rawon namun kuahnya terdapat campuran bumbu pindang dengan kluwek sehingga warnanya nampak hitam seperti Rawon.

Pindang Tetel meruapakan kuliner berkuah yang berisi tetelan daging sapi, daun bawang, serta kuah yang berasal dari bumbu pindang dan kluwek. Biasanya Pindang Tetel sangat cocok disantap dengan kerupuk yang digoreng dengan pasir.

 

Baca Juga : Berikut 5 Makanan Indonesia Dikenal Banyak Warga Dunia

 

4. Garang Asem

 

Tidak hanya di Pekalongan, Garang Asem dapat kita temukan juga dibeberapa kota di Jawa Tengah seperti Semarang, dan Demak, Source : Instagram (Yanesthi)

 

Last but not least, adalah Garang Asem. Garang Asem merupakan sebuah kuliner khas Jawa Tengah seperti Demak, Semarang, Kudus, Pati dan Pekalongan, yang merupakan masakan olahan ayam dimasak dengan menggunakan daun pisang dan berbagai rempah yang memiliki dominasi cita rasa asam dan pedas.

Oiya, kuliner ini pada awalnya berasal dari daerah Grobogan, Jawa Tengah namun sekarang bisa kalian temukan dibeberapa kota di Jawa Tengah.

Berbeda dengan yang lainnya, Pekalongan sendiri memiliki perbedaan dalam penyajian kuliner yang satu ini. Warga Pekalongan biasanya menghidangkan Garang Asem dengan menggunakan piring atau mangkuk agar lebih mudah menyantapnya, berbeda dengan Garang Asem lainnya yang menggunakan daun pisang sebagai pembukus sekaligus alas nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.