Lanthanotus Borneensis, Naga Tanpa Telinga Penghuni Pulau Kalimantan

oleh -517 views

ZETIZEN RADAR CIREBON- Tahu ngga sih sob kalau ada satwa endemik Indonesia yang tidak banyak orang tahu tentang keberadaannya? Perkenalkan nih sob, hewan tersebut bernama biawak tanpa telinga atau dengan nama lain Lanthanotus Borneensis. Lanthanotus Borneensis sudah ada di Indonesia sejak tahun 1878 yang ditemukan oleh Franz Steindachner, ahli zoologi asal Austria. Tak banyak data pendukung yang bisa dijadikan sebagai literatur sehingga keberadaan hewan ini tidak banyak diketahui banyak orang. Namun hewan ini ditemukan kembali pada 30 Mei 2008 di bawah sampah daun dekat dengan sungai berbatu di daerah Landak, Kalimantan.

Source by Wikipedia

Sesuai namanya, biawak tanpa telinga ini memang tidak mempunyai telinga eksternal. Namun, bukan berarti hewan ini tidak dapat mendengar. Ia mendengar suara melalui  getaran yang ia rasakan ditanah. Ia memiliki karakteristik fisik terdapat gerigi-gerigi yang berada disekujur tubuhnya yang menyerupai buaya yang tersusun rapih dari kepala hingga ekor. Memiliki panjang tubuh 7.4 sampai 22.1 cm dan tercatat spesimen terbesar yang pernah ditemukan memiliki panjang 47cm.

Baca juga: Reptil yang Cocok Untuk Dipelihara Bagi Pemula

Biawak tanpa telinga merupakan hewan semi-akuatik dan juga nokturnal yang artinya hewan ini aktif pada malam hari dan bisa hidup di darat juga air. Hal ini yang membuat para peneliti sulit mengamati lebih dalam tentang perilaku biawak tanpa telinga, sehingga informasi mengenai hewan ini masih terbilang kurang.

 

Source by Blog Unik

Dikutip dari Wikipedia, biawak tanpa telinga hanya dapat ditemukan di pulau Kalimantan dan persebarannya meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, serta Serawak Malaysia. Hewan ini dapat dijumpai diketinggian 300 MDPL di dekat sumber air. Habitat utamanya yaitu kubangan air atau berlumpur tepian sungai kecil. Lanthanotus Borneensis juga dijuluki dengan Living Fossil. Karena, hewan ini masih bertahan hingga sekarang dimana hewan yang setingkat umurnya sudah banyak yang punah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.