Hari Batik Nasional : Jenis Batik di Indonesia yang Anda Ketahui

oleh -496 views
Image Source : GoodNews

ZETIZEN RADAR CIREBON – Setiap pada tanggal 2 Oktober, Indonesia selalu memperingati hari tersebut sebagai Hari Batik Nasional. Berawal dari UNESCO yang telah menetapkan batik sebagai salah satu Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada tanggal 2 Oktober. Oleh karena itu Hari Batik Nasional jatuh pada tanggal 2 Oktober. (fattah)

Dalam memperingati Hari Batik Nasional, ada artikel yang berisikan tentang penjelasan dari batik khas daerah yang terkenal di Indonesia. Ingin tau? Let’s check this out!

 

Batik Parang

 

Image Source : Semarangpos

 

Batik Parang merupakan salah 1 jenis batik tertua yang ada di Indonesia. Arti Parang sendiri berasal dari kata Pereng yang berarti lereng. Oleh karena itu batik ini bermotif seperti menggambarkan sebuah garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal. Susunan motif S jalin-menjalin tidak terputus melambangkan kesinambungan. Bentuk dasar huruf S berasal dari ombak samudra yang menggambarkan semangat yang tidak pernah padam. Batik ini merupakan batik asli Indonesia yang sudah ada sejak zaman keraton Mataram Kartasura (Solo)

Batik Parang memiliki makna yang tinggi dan mempunyai nilai yang besar dalam filosofinya, karena motif dari Jawa ini adalah batik motif dasar yang paling tua. Memiliki makna petuah untuk tidak pernah menyerah, ibarat ombak laut yang tak pernah berhenti bergerak. Batik ini juga menggambarkan jalinan yang tidak pernah putus, baik dalam arti upaya untuk memperbaiki diri, upaya memperjuangkan kesejahteraan, maupun bentuk pertalian keluarga.

 

Baca Juga : Fenomena Langit Bulan Oktober Part I

 

Batik Mega Mendung

 

Image Source : Batik Tulis

 

Batik Mega Mendung berasal dari Kota Udang, Cirebon, Jawa Barat.

Motif megamendung yang pada awalnya selalu berunsurkan warna biru dengan seling warna merah menggambarkan maskulinitas dan suasana dinamis, karena dalam proses pembuatannya ada campur tangan laki-laki. Kaum laki-laki anggota tarekatlah yang pada awalnya merintis tradisi batik. Warna biru dan merah tua juga menggambarkan psikologi masyarakat pesisir yang lugas, terbuka dan egaliter.

Selain itu, masyarakat Cirebon biasanya melambangkan warna biru sebagai warna langit yang luas, bersahabat dan tenang serta melambangkan pembawa hujan yang  sebagai pembawa kesuburan dan pemberi kehidupan. Warna biru pada batik ini menggunakan 2 jenis warna yaitu biru muda dan biru tua. Biru muda menggambarkan makin cerahnya kehidupan dan biru tua menggambarkan awan gelap yang mengandung air hujan dan memberi kehidupan.

 

Sumber : Ketiks.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.