Kisah Heroic Perawat Florence Nightingale Dalam Perang Krimea

oleh -18 views

ZETIZEN RADAR CIREBON РSeorang perawat biasannya diberi tugas membantu dokter untuk merawat para pasien. Tetapi bagaimana jadinya jikalau seorang perawat ikut dalam medan peperangan? Hal ini merupakan tindakan berbahaya. Namun, hal ini nyata adanya pada abad ke-18 saat letusnya Perang Krimea, muncul sesosok perempuan bernama Florence Nightingale merupakan peloror perawat modern, penulis dan ahli statistik. Daripada penasaran simak penjelasannya berikut ini. (seno)

Terlahir dari Keluarga Elite

7 Things You Didn't Know About Florence Nightingale

Florence Nightingale lahir pada 12 Mei 1820, di Florence, Italia. Ia adalah anak terakhir dari dua bersaudara dan salah satu bagian dari kaum Inggris terpandang

Ibunya, Frances Nightingale, berasal dari keluarga pedagang dan bangga bersosialisasi dengan orang-orang yang sama kaya dengannya. Ayah Florence adalah William Edward Nightingale, pemilik tanah kaya yang memiliki dua perkebunan, satu di Lea Hurst, Derbyshire, dan yang lainnya di Embly, Hampshire.

Bercita-cita Menjadi Perawat

Lady with the logarithm: four lessons from Florence Nightingale - Cosmos  Magazine

Keinginanya muncul saat ia berlibur ke Jerman pada tahun 1840-an, saat itu ia bertemu dengan biarawati Lutheran yang bertugas di sebuah rumah sakit milik Pendeta. Ia kagum kepada para biarawati yang memiliki jiwa sosial yang tinggi untuk membantu banyak orang.

Florence kemudian menyampaikan keinginannya untuk menjadi seorang perawat kepada keluarganya. Namun, keluarganya menentang hal tersebut. Lantaran pada masa itu, kondisi rumah sakit zaman dahulu terlihat kotor dan para perawatnya bemayoritaskan wanita penghibur dan pemabuk.

Perjuangannya tidak sampai disitu, Florence mulai mengunjungi banyak rumah sakit untuk mencari informasi. Akhirnya ia menentang keluarganya sendiri untuk mengikuti pelatihan perawat di Institut Diaken Protestan di Kaiserwerth.

Hingga di mana ia mendapat kesempatan untuk menduduki jabatan sebagai pemimpin di institusi Perawat Wanita Terhormat di London untuk memperbaiki standar kelayakan rumah sakit tampak seperti bekelas.

Lihat juga: Sejarah Xerxes I: Sang Penguasa Daratan Persia

The Lady with Lamp

Florence Nightingale, The Lady of the Lamp · ourheritage.ac.nz | OUR  Heritage

Julukan ini didapat saat ia menolong para prajurit akibat lonjakan jumlah korban perang. Bermula saat Florence menjadi sukarelawan perawat saat peperangan Krimea pada 1854. Florence bertugas untuk mendampingi dokter di sana.

Banyak hal yang terjadi saat di sana seperti terjadi lonjakan jumlah korban perang yang sangat besar dan membuat para dokter kewalahan. Florence dengan Ketrampilan dan keahliannya ia berhasil menurunkan laju jumlah korban sekitar 12.000 pasien hal ini diakibatkan karena tidak kelayakan tempat medis yang kotor.

Julukan The Lady with Lamp karena sering mengecek keadaan pasiennya saat malam hari dengan membawa lampu minyak sebagai penerangan. Dia tidak segan-segan masuk ke medan peperangan untuk mengecek apakah ada prajurit yang masih hidup dengan lampu minyak miliknya.

Source: Fandom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *