Moral Values dari Film Justice High

oleh -610 views
Justice High
Source : dailysia

ZETIZEN RADAR CIREBON – Justice High adalah sebuah film dari negeri ginseng yang telah rilis tahun ini. Film ini mengisahkan tentang seorang gadis yang bernama Chae Yeong yang mempunyai keahlian bela diri karate. Ia mempelajarinya bersama sang ayah. Berkat keahliannya inilah ia menjadi gadis yang pemberani.

Film Justice High juga mengisahkan tentang kasus bullying yang terjadi di sekolah. Banyak adegan kekerasan yang mungkin tidak pantas bagi anak-anak usia tertentu. Walaupun begitu, film ini tetap memiliki nilai positif yang bisa kita dapat sebagai pelajaran hidup. (Indah)

Inilah beberapa moral values dari Film Justice High, Let’s check it out

Tidak ragu untuk menolong sesama

Saat Chae Yeong bertemu dengan Jong Goo yang hampir babak belur karena menerima pukulan dari teman-teman sekolahnya, ia langsung membantunya. Padahal, saat itu Chae Yeong belum mengenali Jong Goo . Berkat kemampuan karatenya para siswa yang memukuli pun takut.

Apa yang Chae Yeong lakukan sebenarnya membahayakan keselamatannya. Namun, karena kemampuan bela dirinya membuat ia tidak punya rasa takut. Ia selalu PD untuk melawan siapa pun yang melakukan kejahatan. oleh karena itu, sebagai manusia kita juga harus membantu sebisa mungkin jika kita melihat orang yang butuh bantuan.

Lindungilah keluarga dan orang-orang terdekat

Melindungi ibunya dari pelanggan yang mabuk dan tidak mau membayar. Ia terkena pukulan dari mereka saat melindungi ibunya. Ibu adalah seseorang yang paling berharga baginya karena selama ini ia besar dan hidup bersama ibunya.

Justuce High mengajarkan kita untuk berani melawan kebatilan

Siapa pun pasti tidak senang dengan adanya kejahatan. Namun, masih banyak orang yang suka melakukan kejahatan. Oleh karena itu, jangan takut untuk melawannya.

Seperti yang lakukan. Awalnya, ia memang termasuk dalam golongan siswa senior yang sering berlaku buruk kepada para juniornya. Akan tetapi, ia berubah setelah bertemu dengan Chae Yeong. Ia berani melawan temannya yang semakin lama semakin buruk perilakunya. Seperti memeras, memukul, dan menyuruh dengan paksa kepada juniornya hanya demi bisa bergabung dengan club gangster.

Baca Juga : Drakor Yang Cocok Untuk Menemani Di Waktu Suntuk

Cintai bakatmu, syukuri pemberian Tuhan

Poin ini berada pada karakter ayah Chae Yeong. Ia mencintai bakatnya dalam karate, hingga ia mendirikan sebuah akademi karate. Walaupun muridnya sangat sedikit, ia tetap mempertahankan akademinya.

Padahal, akademi itu tidak membawanya menjadi orang yang berpenghasilan tinggi, ia lebih memilih untuk menjadi guru karate ketimbang mencari pekerjaan lain yang lebih bisa mendatangkan banyak uang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *