Perang Krimea, Peperangan Antara Kekaisaran Rusia dan Sekutu

oleh -45 views

ZETIZEN RADAR CIREBON РPerang Krimea adalah pertempuran yang terjadi antara kekaisaran Rusia melawan sekutu yang terdiri dari Prancis, Britania Raya, Kerajaan Sardinia, dan Kesultanan Utsmaniyah. (seno)

Konflik bersenjata ini berlangsung selama 3 tahun periode 1853 -1856. Konflik terjadi di semenanjung Krimea, dengan pertempuran lainnya terjadi di Turki barat dan laut Baltik.

Perang Krimea kadang-kadang dianggap sebagai konflik modern pertama yang memengaruhi peperangan pada masa depan.

Perang Krimean dikenal dengan nama yang berbeda. Di Rusia dikenal sebagai “Perang Oriental” dan di Britania pada saat itu kadang-kadang dikenal sebagai “Perang Rusia”.

Perang Krimean terkenal karena kesalahan logistik dan taktis pada kedua belah pihak. Namun, hal ini dianggap menjadi perang modern yang pertama, seperti memperkenalkan perubahan-perubahan teknis yang memengaruhi tata peperangan dimasa depan seperti pengguanaan kereta api dan telegraf.

Perang tersebut memunculkan tokoh penting bernama Florence Nightingale, yang mempelopori praktik keperawatan modern ketika merawat tentara Inggris yang terluka.

Perang Bermula

Bermula Tanggal 5 Oktober 1853, Ottoman menyatakan perang kepada Rusia sekaligus menandai dimulainya Perang Krimea secara resmi.

Pernyataan perang tersebut lalu diikuti dengan invasi pasukan Turki ke sisi utara Sungai Danube. Diawali dengan jatuhnya Kalafat ke tangan Ottoman pada bulan yang sama.

Pasukan Ottoman berhasil melanjutkan tren keberhasilan usai mengalahkan pasukan Rusia di Oltenita yang terletak di sebelah barat Kalafat.

Sayangnya Ottoman gagal menularkan tren positif tersebut ke front laut menyusul keberhasilan armada laut Rusia mengalahkan armada milik Ottoman di Sinope, pesisir selatan Laut Hitam, pada akhir November 1853.

Akhir Peperangan

Peperangan berakhir pada bulan September 1855, Sevastopol akhirnya jatuh ke tangan pasukan koalisi. Sebelum melarikan diri keluar Sevastopol, pasukan Rusia membakar kapal-kapal perang & fasilitas pelabuhan miliknya sendiri supaya tidak bisa dimanfaatkan oleh pasukan koalisi.

Walaupun pasukan koalisi sudah berhasil merebut Sevastopol, Rusia masih enggan mengibarkan bendera putih. Baru setelah Austria mengancam akan ikut melibatkan diri di pihak koalisi, Rusia setuju untuk melakukan gencatan senjata & menjalani perundingan damai dengan perwakilan negara-negara lawannya di Paris, Perancis, pada bulan Februari 1856.

Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *