Sejarah dan Filosofi Nasi Kuning

oleh -1.482 views
Nasi Kuning spesial

ZETIZEN RADAR CIREBON – Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman budaya dan ciri khas, salah satunya adalah dari kategori makanan. Setiap daerah memiliki berbagai macam jenis makanan tradisional. Makanan tradisional dari masing-masing daerah memiliki cita rasa yang berbeda. Contohnya adalah nasi kuning.

Nasi ini adalah makanan tradisional yang terkenal pada beberapa daerah termasuk Cirebon. Makanan ini biasanya menjadi hidangan dalam perayaan atau syukuran sebagai bentuk ungkapan rasa syukur. (Indah)

Filosofi Nasi Kuning

Nasi kuning identik dengan warnanya, yaitu warna kuning. Warna kuning pada nasi ini berasal dari bahan alami yaitu kunyit, sehingga aman untuk mengonsumsinya. Menurut masyarakat Jawa, warna kuning memiliki makna seperti emas yang melambangkan kekayaan. Dengan adanya makanan ini dalam perayaan, masyarakat berharap bisa membawa banyak berkah kekayaan dan diberi kemakmuran hidup karena harta yang melimpah.

Dalam masyarakat Bali, warna kuning termasuk ke dalam warna keramat, sehingga mereka sering menggunakannya dalam upacara kuningan. Nasi kuning yang berbentuk kerucut sebutannya adalah tumpeng atau nasi tumpeng.

Sejarah 

Nasi kuning sudah ada sejak zaman munculnya kerajaan Hindu di Jawa. Itu artinya makanan ini sudah ada sekitar ratusan tahun yang lalu. Agama Hindu mempercayai bahwa dewa dewi banyak yang menempati daerah gunung. Di pulau Jawa banyak terdapat gunung baik gunung yang berapi maupun tidak. Masyarakat kerajaan Hindu membuatnya berbentuk kerucut untuk mengungkapkan rasa terima kasih dan untuk memohon keselamatan kepada dewa dewi.

Baca juga : 5 Hal agar Kamu Jadi Orang Sukses

Walaupun asalnya dari masyarakat Hindu, orang-orang Islam pun menggunakannya dalam acara syukuran sampai saat ini. Nasi ini tetap lestari walaupun bukan masyarakat Hindu lagi yang berkuasa, karena tradisi ini sudah melekat.

Sajian masakan ini biasanya bercampur dengan berbagai lauk pauk seperti telur, tempe kering, abon, bihun ada juga tambahan sayuran seperti timun, kacang panjang, kol dan tambahan lain seperti kacang goreng dan sambal.

Dalam acara pernikahan, ulang tahun juga biasanya tersaji nasi khas ini. Selain itu, masyarakat Cirebon mengenalnya sebagai salah satu menu sarapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.