The K2 : Episode3 (Part9)

oleh -5 views
The K2 : Episode3 (Part9)
tvN

ZETIZEN RADAR CIREBON – The K2 : Episode3 (Part9) – Wartawan langsung mengerubutinya saat Se Joon sampai ke lobby. Mereka bertanya bagaimana perasaannya saat ini? (Dheva)

The K2 : Episode3 (Part9) – Se Joon memandangi wartawan yang terus menjepretnya. Ia melihat ke arah mereka dengan tatapan sendu. “Bagaimana perasaanku?”

Se Joon memegangi pelipisnya dengan tampang sedih.

“Menurutmu bagaimana, ketika aku menjaga istriku sepanjang malam saat ia hampir meninggal karena aku? Yang ia tahu adalah menjaga orang lain. Tapi ia terluka parah dan ia harus meminum obat penghilang rasa sakit agar bisa tidur. Sementara itu, yang bisa kulakukan hanyalah melihat. Aku memang suami yang mengerikan.”

Mereka mulai simpatik mendengar penuturan Se Joon.“Komentar apa yang kalian inginkan?” tanya Se Joon. Wartawan bungkam dan menunduk dihadapannya seolah merasa bersalah.

Se Joon menambahkan bahwa ia hanyalah seorang politikus yang dikenal miskin namun istrinya menyerahkan segalanya. Melepaskan posisi sebagai pewaris konglomerat dan semua hartanya. Se Joon merasa dirinya cukup buruk dalam masa mudanya yang terlibat banyak protes politik dan tidur dilantai kantor polisi. Istrinyalah yang telah meraih tangannya, istriku yang pemberani.

Ucapan Se Joon ini benar – benar membuat terharu semua orang. Mereka sampai berkaca – kaca mendengarnya.

Sung Won memuji akting kakak iparnya, ia seharusnya menjadi seorang aktor. Ucapannya seperti sungguhan.

Yoo Jin terus diam, batinnya berkata “Karena., itu memang benar.

Se Joon berkata kalau ia tak bisa membiarkan istrinya terus berjalan mendapinginya menapaki jalan pahit ini. Maka ia memutuskan untuk menghentikan seluruh kegiatan politiknya terkait pemilihan presiden.

Wartawan kasak kusuk tak mengerti maksudnya.

Semua orang terkejut. Yoo Jin pun sama tak mengertinya dengan ucapan Se Joon.

Apa artinya anda mundur dari pemilihan presiden?” tanya seorang wartawan.

Se Joon diam memejamkan matanya, seolah – olah sangat berat untuk mengambil keputusan ini.

“Jangan! Anda tak boleh menyerah sekarang Pak!” teriak beberapa orang.

 

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *