The K2 : Episode7 (Part6)

oleh -228 views
The K2 : Episode7 (Part6)
tvN

ZETIZEN RADAR CIREBON – The K2 : Episode7 (Part6) – Kepala Kim menyambut kehadiran Yoo Jin di JSS. Yoo Jin bertanya keberadaan Anna padanya. Kepala Kim memberitahukan bahwa Anna ada di ruang medis. Kemudian Yoo Jin memerintahkan Sekretaris Kim untuk pergi ke Cloud Nine lebih dulu, dia akan menemui Anna sebentar. (Dheva)

“Bagaimana kondisinya? Dia bisa bicara?” tanya Yoo Jin pada Dokter JSS. 

Dokter memberitahukan keadaan Anna yang sudah membaik hanya saja mereka perlu membawanya ke psikolog. Mereka harus merawatnya yang telah melakukan percobaan bunuh diri. 

Rumah sakit? Yoo Jin menentang saran itu, yang perlu mereka lakukan hanya mengawasinya agar tak melakukan tindakan bodoh.

Je Ha memperhatikan Yoo Jin dari kejauhan.

The K2 : Episode7 (Part6)  – Yoo Jin masuk ke dalam ruangan Anna dan memerintahkan semua orang meninggalkan mereka. Je Ha masih berdiri didepan pintu. Rekan Bodyguardnya mengisyaratkan agar Je Ha pergi.

“Apa?” balas Je Ha.

Bodyguard itu ternyata tak punya nyali dan akhirnya membiarkan Je Ha tetap berada disana. Yoo Jin memuji Anna yang terlihat cocok menggunakan pakaian biarawati. Suaranya juga cukup menyentuh. Tapi apa yang sebenarnya Anna harapkan dengan muncul disana? Apa Anna pikir dia akan menghalangi Ayahnya untuk melihatnya? Kau melihatnya sendiri digereja kan?

Anna balas menatap Yoo Jin dengan tajam namun ia tak bisa memungkiri bahwa Ayahnya memang menghindari kontak mata dengannya ketika di gereja. Saat Ayah melihatnya, dia malah berbisik pada Yoo Jin.

Kemudian Yoo Jin seolah mengolok Anna kalau Ayahnya tak akan menemuinya. Dia tidak akan muncul, sama seperti saat Ibunya meninggal dan saat Anna dikirim ke Spanyol. Memang menyakitkan tapi nyatanya semua Ayah seperti itu. Yoo Jin juga seorang anak perempuan, dia tahu betul rasanya. Mereka punya perasaan spesial pada Ayahnya tapi Ayah tak mengetahui perasaan itu. Mungkin Anna pikir Ayahnya hanya memilikinya tapi nyatanya Anna bukan siapa – siapa untuk Ayahnya. “Kau hanya beban dimasa lalu.”

 

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.