Cuplikan Novel Field of Gold Bab 8

oleh -126 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Halo sobat, kali ini kami membawakan cuplikan dari novel China berjudul Field of Gold atau ladang emas, yuk simak. Kini kita akan mengintip bab 8.(Nindi)

Cuplikan Novel Field of Gold Bab 8

Waktu itu batu ilahi menunjukkan kemampuannya menyembuhkan luka dengan menggunakan seluruh kekuatannya. Sampai tidak dapat mempertahankan bentuk spiritualnya dan sudah menghilang selama beberapa hari. Xiaocao memandikan batu itu setiap hari, tetap masih belum terlihat.

Sangat mengkhawatirkan! Tetapi, Yu Xiaocao tidak lagi meragukannya setelah merasakan khasiatnya. Xiaocao merebus air tempat batu itu ia mandikan, untuk minum sekeluarga. Sejauh ini cukup efektif, setidaknya untuk dirinya sendiri. Semakin hari kesehatannya membaik. “Ia bangun! Ia bangun!” Suara Xiaolian menyela pikirannya.

Ia berbalik ke arah suara. Bulu mata pria muda itu menari perlahan sebelum ia membuka mata. Matanya bersinar dan menawan, tampak sedalam laut dan seterang bintang.

“Apakah kamu… orang-orang yang menyelamatkanku?” Suara pemuda itu sangat jelas, tetapi terdengar angkuh dan datar. Seperti mata air dari kolam kuno yang ia temukan saat ke gunung, sangat dingin.

Yu Xiaocao tersenyum tipis dan dengan lembut berkata, “Kami sedang mengumpulkan seafood saat kami melihatmu. Ayahku adalah perenang yang hebat, jadi ia berenang menyelamatkanmu. Kamu… Syukurlah kamu baik-baik saja!”

Tatapan acuh Zhu Junyang terfokus pada gadis muda itu, yang tampak berusia sekitar lima atau enam tahun. (Catatan penulis: Aku berusia delapan tahun! Delapan tahun!!) Kulitnya bahkan lebih terang dan lebih sempurna daripada salju musim dingin, sementara rambutnya berwarna kuning. Bibirnya halus dan lembut, seperti kelopak berwarna merah mdua.

Ia hanya seorang gadis kurus dan lemah dari keluarga petani miskin. Namun, ia memberinya perasaan tenang dan nyaman, seperti angin musim semi. Perasaan ini sangat berbeda dari wanita-wanita bangsawan, yang seperti anjing gila mengejar tulang setiap kali melihatnya. Mereka seolah ingin menerkamnya, tetapi bersikap menjijikkan. Setidaknya, gadis petani ini tidak mengganggu!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.