Fenomena Langit bulan November Part II

oleh -518 views

ZETIZEN RADAR CIREBON- Setiap bulannya fenomena-fenomena yang terjadi di langit terus menyapa bumi dan sayang sekali jika dibiarkan begitu saja tanpa melihat keindahannya. Terkadang ada beberapa fenomena langit yang hanya bisa sobat saksikan puluhan tahun atau bahkah ratusan tahun sekali. So, apakah sobat penasaran apa saja Fenomena Langit bulan November? Check this out! (fb)

Baca juga: Fenomena Langit Bulan November Part I

Formasi Segitiga Bulan-Jupiter-Saturnus – 19 November 2020

Source by Republika

Seperti biasanya dalam setiap bulannya, Bulan, Jupiter dan Saturnus mengadakan sebuah pertemuan untuk menghiasi langit. Pada fenomena ini jarak kedua planet dengan bulan hanya 2 derajat dari bulan. Jupiter akan berada pada arah utara dan Saturnus akan berada pada arah timurnya.

Konjungsi Bulan dengan Mars – 26 November 2020

Source by Kompas.com

Setelah melakukan pertemuan dengan Jupiter dan juga Saturnus pada 19 November. Pada 26 November nanti Bulan pun akan mengadakan pertemuan dengan si planet merah. Jarak antara Bulan dan juga Mars hanya 4 derajat saja. Sobat dapat menyaksikannya mulai pukul 19.00 hingga 02.00 keesokan harinya.

Hujan Meteor Orionid – 28 November 2020

Source by IlmuGeografi.com

Hujan meteor ke-3 atau terakhr pada November kali ini akan terjadi tanggal 28 November. Dengan intensitas 10 hingga 20 meteor perjamnya, sobat dapat menyaksikannya pada pukul 04.00 dini hari waktu setempat. Meteor ini akan muncul dari arah rasi bintang Orion yang berada di langit barat.

Bulan Purnama – 30 November 2020

Source by Medcom.id

Selanjutnya ada Bulan Purnama yang dapat sobat saksikan pada 30 November. Secara Astronomi, fase Bulan Purnama akan terjadi mulai pukul 16.30 sore hari. Namun, sobat baru bisa menyaksikannya ketika matahari sudah mulai terbenam.

Gerhana Bulan Penumbra -30 November 2020

Source by Tirto.id

Selain Bulan Purnama, penutup pada bulan November ini sobat dapat menyaksikan Gerhana Bulan Penumbra. Gerhana Bulan Penumbra merupakan fenomena ketika Matahari, Bumi dan Bulan  berada segaris lurus pada bidang tata surya. Namun, karena kemiringan bidang orbit Bulan, ia tidak sepenuhnya masuk kedalam bayangan gelap bumi. Sayangnya fenomena satu ini hanya dapat sobat saksikan di Indonesia bagian timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.