Google : Mengenang Sosok Seniman Tino Sidin

oleh -34 views

ZETIZEN RADAR CIRBON – Pada hari Rabu, 25 November 2020 saat ini. Jika kalian membuka Google pada gadget kalian masing-masing sekarang, maka kalian bisa melihat tampilan doodle terbaru dari Google. Jika kemarin Google telah membuat doodle untuk mengenang sosok almarhum Benyamin Sueb. Maka hari ini Google telah membuat doodle untuk mengenang sosok yang juga merupakan seorang seniman. Sosok tersebut adalah almarhum Tino Sidin. (fattah)

Beliau telah meninggal dunia pada usia genap 70 tahun tepatnya pada tanggal 29 Desember 1995 di Jakarta. Berikut adalah profil singkat beliau.

 

Tino Sidin lahir di Tebing Tinggi, Sumatra Utara, 25 November 1925. Beliau merupakan seorang pelukis dan guru gambar yang terkenal dengan acaranya di stasiun TVRI era 80-an, yaitu Gemar Menggambar. Dalam acara tersebut Pak Tino (Panggilan Tino Sidin) mengajar anak-anak bahwa menggambar itu mudah, dan merupakan perpaduan dari garis-garis lurus dan garis-garis lengkung.

 

Sosok Tino Sidin, Image : Pikiran Rakyat

 

Pada akhir setiap acara ia menunjukkan gambar-gambar yang dikirim oleh pemirsanya dan kemudian menambahkan komentar yang sangat dikenal. “Ya, Bagus!”.

Pada 1978 hingga 1989, acara “Gemar Menggambar” ditayangkan secara nasional yang kemudian menjadi tontonan wajib anak usia sekolah dasar (SD). Melalui acara yang tayang setiap Minggu sore, Tino mengajarkan trik-trik menggambar yang mudah kepada anak-anak.

 

Baca Juga : Hari Guru Nasional Kembali Diperingati

 

Adapun gambar buatan Tino selalu berawal dengan perpaduan garis-garis lurus dan garis-garis melengkung. Seperti layaknya seorang guru, Tino mendorong anak-anak didiknya agar tidak takut untuk membuat kesalahan ketika sedang belajar menggambar.

Tino juga sering membuat karya lukis yang menggambarkan kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah lukisan berjudul “Empat Anak Main” yang merupakan penggambaran dari 4 orang putrinya.

Tino Sidin meninggal pada 29 Desember 1995, kediamannya di Yogyakarta diubah menjadi museum Taman Tino Sidin pada tahun 2017.

 

Sumber : Ketiks.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *