Legenda Gumiho, Siluman Rubah Dari Korea

oleh -47 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Negara kita tercinta memiliki begitu banyak kisah legenda masyarakat. Setiap daerah memiliki kisah rakyat mereka sendiri. Kisah rakyat sangat bergantung pada budaya mereka. Namun, tahukah kamu bahwa faktanya seluruh negara di dunia memiliki legenda milik mereka masing-masing. (Nindi) 

Tidak terkecuali negara Korea Selatan yang terkenal akan industri hiburannya. Seiring melejitnya kepopuleran negara ini, orang-orang mulai merasa penasaran dengan budaya mereka. Termasuk mengenai kisah legenda dari Negeri Ginseng tersebut. 

Salah satu kisah rakyat yang paling terkenal adalah Gumiho. Ini terbukti dari banyaknya drama, novel, dan komik yang memasukkan tokoh ini ke dalam cerita mereka. 

Namun apa sebenarnya Gumiho itu? 

Baca Juga: Perawatan Kecantikan Zaman Dahulu yang Eksis Hingga Kini

Gumiho adalah legenda rakyat Korea tentang rubah legendaris. Gumiho adalah seekor rubah berekor sembilan karena gu dalam kata Gumiho memiliki makna sembilan. Pengucapan kata Gumiho dalam bahasa Korea adalah kumiho. 

Sebenarnya legenda ini pertama kali berasal dari Tiongkok berabad-abad silam. Gumiho Korea memiliki karakteristik yang mirip dengan makhluk Huli Jing Tiongkok dan juga Kitsune Jepang.

Baca Juga: Fakta Unik Dream Catcher, Si Penangkal Mimpi Buruk 

Gumiho di negara Korea sendiri memiliki image sebagai sesuatu yang berbahaya. Orang Korea berpendapat bahwa gumiho adalah makhluk yang murni jahat. Menurut legenda mereka, rubah yang hidup selama seribu tahun akan menjadi Gumiho.

Para Gumiho biasanya mengubah wujud mereka menjadi wanita cantik. Dan paras mereka akan mereka gunakan untuk merayu pria lalu kemudian memakan hati atau jantung mereka. 

Selain menyerupai wanita, makhluk ini juga bisa mengubah penampilannya menjadi wujud lain. Meskipun memang paling sering mengambil wujud sebagai seorang wanita.

Akan tetapi, sumber lain, dari Gyuwon Sahwa menggambarkan bahwa mahluk ini sebagai roh rubah yang membawa keberuntungan dengan sebuah buku di mulutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *