Sneak Peak Novel Lucia Chapter 2

oleh -7 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Sebelum membaca full satu bab chapter 2 dari novel Lucia ini, kamu bisa melihat sedikit spoilernya terlebih dahulu. Berikut sedikit sneak peak dari novel Lucia bab 2. (Nindi) 

Sneak Peak Novel Lucia Chapter 2

Ketika pria itu melepas helmnya, rambut hitamnya jatuh hingga bahunya. Para pelayan membantunya untuk melepaskan baju zirahnya yang berat tersebut. Pria tersebut tidak pernah memakai baju zirah yang berlebihan untuk melindungi tubuhnya selama peperangan.

Ia telah berparade melewati jalanan sambil berpakaian layaknya badut, dan merasa menderita akibat teriakan orang-orang yang tiada habisnya. Ia sangat kesulitan untuk bertahan dan berbaris dalam formasi militer yang sempurna, seperti anjing Kaisar.

Baca Juga: Bahas Komik Aku Membesarkan Cinderella dengan Baik

“Tidakkah lebih baik jika kau memajang beberapa lukisan? Ini sangat kosong.”

Hal itu bukanlah suatu masalah yang mengganggunya saat ini. Seorang tamu yang datang tiba-tiba mengikutinya sampai ke tempat pribadinya, lalu mengkritik segalanya. Meskipun saat ini ia sedang menggati bajunya, tamu tersebut tampak tidak malu sama sekali untuk berkeliling, dan melihat-lihat sekelilingnya.

“Ini kamar tidur saya.”

“Menurutku, ini bukan kamarmu. Ini adalah ruang tamu yang berfungsi sebagai kamar tidur. Tempat ini sangat cocok untuk tamu.”

“Ruang tamu di lantai pertama.”

“Jika tidak hari ini, kapan lagi aku bisa mengunjungi rumahmu. Jangan pelit seperti itu. Aku punya beberapa karya seni yang sangat indah. Aku akan mengirimkannya beberapa kepadamu.”

Pria itu menahan kemarahan yang tersulut dalam hatinya; orang lain tidak mampu menebak apa yang sebenarnya dia rasakan jika melihat dari penampilan luarnya. Ekspresinya datar dan tenang, sementara matanya yang merah tampak tenang dan damai.

Ia dengan datar membiarkan pelayan-pelayannya membantunya, untuk mengenakan jas berekor. Ia sedang mempersiapkan pesta kemenangan malam ini.

Niatnya ia hanya akan muncul sebentar pada akhir pesta lalu pergi istirahat. Jika bukan karena tamu tak diundang yang menjengkelkan ini.

“Saya hanya bisa pergi ke pesta dansa hari ini,” katanya sambil mengancingkan manset lengan bajunya.

“Baik. Tapi pestanya bukan tiga hari, tapi lima … “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *