Sneak Peak Novel Lucia Chapter 3 (Part 2)

oleh -21 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Sebelum membaca full satu bab chapter 3 dari novel Lucia ini, kamu bisa melihat sedikit spoilernya terlebih dahulu. Berikut sedikit sneak peak dari novel Lucia bab 3 bagian 2. (Nindi) 

Sneak Peak Lucia Chapter 3 Bagian 2

Pria itu adalah buktinya. Pria ini adalah orang jahat. Ia tidak merasa bersalah menginjak hati wanita seperti mainan. Meskipun Lucia menyadari semua ini, ia ragu bahwa ia tidak akan berubah menjadi seseorang seperti Sofia suatu saat nanti. Jika pria itu membisikkan hal-hal manis pada telinganya dengan wajah dan suara itu, ia akan kehilangan kendali.

Baca Juga: Sneak Peak Novel Lucia Chapter 3

‘Kendalikan dirimu. Kau harus menguasai hatimu sendiri.’ Lucia menenangkan hatinya.

“Saya telah berlaku tidak sopan, meminta pertemuan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Maafkan saya atas perkenalan saya yang terlambat. Saya adalah putri ke-16 Kaisar, Vivian Hesse. Merupakan suatu kehormatan untuk dapat berbicara dengan Yang Mulia. “

“Pfft.”

Ketika Lucia memperkenalkan dirinya sebagai ‘putri ke-16’, pria itu tertawa. Ia adalah pria berambut merah yang telah menuntun Lucia ke manor. Lucia tidak terlalu memikirkan tawanya yang mengejek, hanya dengan tanpa sadar mengamati betapa ia tidak peka. Saat itu, ia ingat siapa pria ini.

‘Roy … Krotin’

Bawahan setia Duke Taran. Ia terkenal sebagai pemuda berambut merah, Krotin Si Anjing Gila. Sebagian besar kisah yang mengikuti Krotin berlebihan, tetapi dengan hanya setengah dari kisah itu cukup untuk memenuhi syarat untuk gelar ‘Anjing Gila’.

“Agar tidak menyia-nyiakan waktu Yang Mulia, saya akan langsung ke intinya. Saya datang … untuk meminta pernikahan Yang Mulia.”

Begitu Lucia menyelesaikan kalimatnya, ia menahan napas. Rasanya seperti hatinya akan meledak dari keheningan. Setelah melewati titik tidak bisa kembali, ia merasa lebih baik mengatakannya. Lucia terus mengamati ekspresi Hugo. Alisnya berkedut sejenak, tetapi anehnya, ia mempertahankan ekspresinya yang acuh tak acuh. Reaksi heboh meledak dari sisi mereka.

“BWAHAHAHA !!”

Roy tertawa terpingkal-pingkal. Duke Taran menatap datar, bertanya-tanya apakah ia sudah gila. Meski begitu, tawa Roy tidak berhenti. Pada akhirnya, Duke memberi pukulan ke belakang kepalanya dan bisa membuat tawanya berhenti, dan sebaliknya, Roy berteriak kesakitan.

“Uggh. Apa anda mencoba membunuh saya?” Roy memegang bagian belakang kepalanya dan berteriak dengan marah, sementara air mata tergantung di sudut matanya. Lucia, yang mengamati keduanya, merasa ketakutan. ‘Itukah sebabnya dia dikenal sebagai Crazy Dog?’

“Kau berisik. Keluar.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *