Sneak Peak Novel Lucia Chapter 3

oleh -20 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Sebelum membaca full satu bab chapter 3 dari novel Lucia ini, kamu bisa melihat sedikit spoilernya terlebih dahulu. Berikut sedikit sneak peak dari novel Lucia bab 3. (Nindi) 

Sneak Peak Novel Lucia Chapter 3

Sebelum keberanian Lucia menghilang, dia meninggalkan rumah Norman dan pergi ke manor Duke Taran. Ia bisa bertanya pada siapa pun untuk menujukan arah ke manor Duke dan mereka akan menunjukkannya tanpa kesulitan. Semuanya berjalan lancar hingga saat ini. Ketika ia berdiri menghadap gerbang baja yang menjulang tinggi, ia tidak bisa bernapas. Semua keberanian yang telah ia kumpulkan menciut seakan menjadi kacang polong kecil.

Baca Juga: Sneak Peak Novel Lucia Chapter 2 (Part 2)

“Mengapa tidak ada orang?”

Tidak ada seorang penjaga pun yang menjaga manor Duke.

“Apakah semua usahaku sia-sia?”

Jika seorang penjaga menanyainya ‘siapa kamu?’, Ia mungkin akan lari, namun ia merasakan kekosongan aneh melihat tidak ada orang di sana. Ia mendorong gerbang untuk melampiaskan frustrasinya, tetapi gerbang itu terbuka dengan mudah.

‘Ya Tuhan … terbuka.’

Ia mengintip ke dalam gerbang berkali-kali dan ragu-ragu sebelum dengan hati-hati melangkah ke perkebunan. Lucia kira karena ini adalah manor Duke, seseorang akan menghentikannya begitu ia masuk seenaknya. Sayangnya, tidak peduli berapa lama ia berjalan, dia tidak melihat siapapun bahkan bayangannya.

‘Kenapa penjagaan tempat ini sangat buruk? Apa benar ini manor Duke?’

“Siapa kau?”

Seorang pria tiba-tiba muncul menghadap Lucia yang telah berkeliaran berkeliling manor. Lucia tersentak kaget, sambil menekankan kedua tangannya ke dadanya untuk menenangkan detak jantungnya. Pria itu tidak tampak merasa bersalah karena mengejutkan gadis itu tanpa alasan. Sebaliknya, ia mendekat dan mulai memeriksa gadis itu dari dekat.

“Kau tidak terlihat seperti pegawai tempat ini, apa yang kau lakukan?”

Ia bertanya dengan nada kasar. Pria tidak sopan berambut merah itu mengenakan zirah yang mengesankan yang berukir ukiran singa hitam. Lucia tetap berdiri tegak.

“Apakah anda salah satu ksatria Duke?”

Pria itu merasa geli, “apa ini?” Ia bergumam sendiri sambil memperhatikan Lucia dari atas ke bawah.

“Ya, lalu?”

“Apakah yang Mulia saat ini ada?”

“Aku penasaran. Mengapa kau mencari Yang Mulia?”

“Saya minta maaf karena menerobos masuk, tetapi dapatkah anda menyampaikan kepada Yang Mulia bahwa saya memiliki pesan untuknya? Saya meminta pertemuan dengan Duke Taran.”

“Jadi, siapa kau?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *