Uncontrollably Fond : Episode1 (Part10)

oleh -106 views
Uncontrollably Fond : Episode1 (Part10)

ZETIZEN RADAR CIREBON – Uncontrollably Fond : Episode1 (Part10) – Bong Sook pergi meninggalkan No Eul, begitu pula dengan Ji Tae. Ia meminta agar No Eul berkaca pada piring dan merenungkan perbuatannya. (Dheva

No Eul pun merengek minta piring agar ia bisa berkaca. Sedangkan Ji Tae yang berdiri didepan pintu kedai mendengar rengekan No Eul.

Bong Sook menyuruh No Eul untuk pulang tapi No Eul menolak. Pokoknya dia mau mati saja disana.

“Kenapa kau tak mau menunggu? Mati setelah aku, oke?” balas orang mabuk yang duduk semeja dengan Gook Young.

Produser Film Dokumenter (sepertinya) mengumpat dan menjelek – jelekkan Joon Young dan menganggapnya sebagai bajingan. Gook Young yang sudah lama bersama dengan Joon Young tak terima kalau dia dikatai sebagai bajingan. Baginya Produser sudah kelewatan.

Teman Produsen membela Produser yang sedang tak waras dan mabuk berat.

“Aku tak mabuk. Bajingan Shin Joon Young, Dia pikir bisa semaunya karena dia seorang bintang top! Besar kepala karena seorang bintang Hallyu? Bisa mengubah kontrak seperti yang dia mau karena dia seorang bintang?”

Gook Young kembali tersulut emosi, dia kan sudah membayar uang penalti untuk pembatalan kontrak.

No Eul rupanya masih mendengarkan perdebatan Gook Young dan yang lain. Apalagi saat melihat PD-nim menangis karena dia sudah berinvestasi besar untuk film dokumenter tersebut.

Sepertinya uang telah membuat No Eul bergerak untuk menemui Gook Young dan yang lain. Dia menawarkan diri untuk bisa membujuk Joon Young. Ia tahu tentang film dokumenter yang mereka biarakan.

“Siapa kau?” tanya Gook Young.

“Aku bekerja di dunia entertaiment juga. Seperti yang kau dengan, aku dipecat setelah menerima suap untuk kelima kalinya.” Jelas No Eul tanpa malu. Dia meyakinkan kalau dia akan membujuk Joon Young.

“Apa kau kenal Joon Young? kau dekat dengannya?”

“Apa ada orang dinegeri ini yang tak mengenalnya?” jawaban No Eul membuat Gook Young jadi tak percaya dan menyuruhnya pergi.

 

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.