Uncontrollably Fond : Episode2 (Part1)

oleh -162 views
Uncontrollably Fond : Episode2 (Part1)

ZETIZEN RADAR CIREBON – Uncontrollably Fond : Episode2 (Part1) – Flashback pada Tahun 2006, No Eul masihlah seorang anak SMA yang polos dan senang membantu siapa saja. Bahkan saat ia melihat seorang nenek mendorong gerobak, No Eul menghentikannya dan memberikan syal serta sarung tangannya. (Dheva)

No Eul dengan ramah menyuruh nenek itu untuk pulang saja dan ia yang mengantarkan gerobak sang Nenek. Ia pun berakhir kedinginan saat mengantarkan gerobak sang Nenek.

No Eul bertemu dengan Ddeul Ddeul, anak tetangganya yang sedang membeli jajan di warung Ayahnya. No Eul berkata kalau ia kan sudah menyuruh Ddeul Ddeul untuk makan saja tanpa harus membayar.

Ayah No Eul kaget, ia pun menatap Ddeul Ddeul sambil tersenyum dan menengadahkan tangannya minta bayaran.

Ddeul Ddeul ragu tapi No Eul menyuruhnya untuk pulang dan menemui adik serta ayahnya.

“Khamsahamnida..” Ucap Ddeul Ddeul segera pergi.

Ayah No Eul kesal bukan kepalang, ia heran kenapa ia harus melahirkan jesus atau bahkan malah budha. Bagaimana bisa ia membiarkan Ddeul Ddeul pergi tanpa membayar. No Eul berkata kalau Ayah Ddeul Ddeul baru saja kecelakaan pada tempat konstruksi. Apa ayahnya masih tega mengambil uangnya?

“Tentu saja.” Kesal Ayah. Ia heran dengan sikap baik No Eul yang keterlaluan. “Ayahmu sendiri tak bisa membeli pakaian dan makan makanan yang baik. Kau lihat betapa kurusnya aku? Kalau saja aku menyimpan semua uang yang kau sumbangkan, aku tak harus bekerja jualan pada pinggir jalan dan hampir sampai mati.”

Tak lama, teman No Eul datang dengan terburu – buru. Ia memberitahukan kalau ada sekelompok anak yang ingin memberikan pelajaran pada Moon Hui. No Eul tak terima, memang mereka pikir siapa sampai ingin memberikan pelajaran pada temannya?

Ayah menghentikan ucapannya, “Sudah ku katakan, jangan ikut campur urusan orang lain?”

“Dia bukan orang lain, Moon Hui adalah temanku.” Sela No Eul yang langsung pergi bersama temannya.

 

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.