4 Ilmuwan Muslim Ini Ahli Dalam Bidang Pengobatan

oleh -223 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Muslim memang kaya akan tokoh-tokoh ilmuwannnya pada zaman dahulu. Merekalah para pencetus adanya ilmu-ilmu sains saat ini. Berikut empat tokoh ilmuwan muslim yang bergerak dalam dunia pengobatan. (Indah)

Ibnu Bajjah

Ibnu Bajjah merupakan filsuf dan dokter Muslim Andalusia yang terkenal di Barat dengan nama Latinnya, Avempace. Ia lahir di Saragossa di tempat yang kini bernama Spanyol dan meninggal di Fez pada 1138. Nama aslinya adalah Abu Bakar Muhammad bi Yahya bin Asy-shayigh Kebanyakan buku dan tulisannya tidak lengkap (atau teratur baik) karena kematiannya yang cepat. Ia memiliki pengetahuan yang luas pada kedokteran, Matematika, dan Astronomi. Sumbangan utamanya pada filsafat Islam ialah gagasannya pada Fenomenologi Jiwa, namun sayangnya tak lengkap.

Ibnu Al-Baitar

Lewat risalahnya yang berjudul Al-Jami fi Al-Tibb (Kumpulan Makanan dan Obat-obatan yang Sederhana), Ibnu Al-Baitar turut memberi kontribusi dalam farmakologi dan farmasi. Dalam kitabnya itu, Al-Baitar mengupas beragam tumbuhan berkhasiat obat yang berhasil beliau kumpulkan sepanjang pantai Mediterania antara Spanyol dan Suriah.

Tak kurang dari seribu tanaman obat beliau paparkan dalam kitab itu. Seribu lebih tanaman obat yang beliau temukan pada abad ke13 M itu berbeda dengan tanaman yang telah ratusan ilmuwan sebelumnya temukan. Tak heran bila kemudian Al-Jami fi AlTibb menjadi teks berbahasa Arab terbaik yang berkaitan dengan botani pengobatan. Capaian yang berhasil ditorehkan Al-Baitar sungguh mampu melampaui prestasi Dioscorides. Kitabnya masih tetap digunakan sampai masa Renaisans di Eropa.

Ibnu Nafis

Ibnu Nafis merupakan orang pertama yang secara akurat mendeskripsikan peredaran darah dalam tubuh manusia (pada 1242). Penggambaran kontemporer proses ini telah bertahan. Khususnya, beliau merupakan orang pertama yang telah mendokumentasikan sirkuit paru-paru. Secara besar-besaran karyanya tak tercatat dan berada di Berlin pada 1924. Beliau lahir di Damaskus (kini wilayah Suriah) tahun 1210 dan meninggal di Kairo (kini wilayah Mesir), 17 Desember 1288 pada umur 77/78 tahun).

Baca Juga: Biografi Abu Al Qasim dan Abu Ja’far

Ibnu Qayyim

Lahir Damaskus, Suriah pada tanggal 4 Februari 1292, dan meninggal pada 23 September 1350) seorang Imam Sunni, cendekiawan, dan ahli fiqh yang hidup pada abad ke-13. Beliau adalah ahli fiqih bermazhab Hambali.

Selain itu, beliau juga seorang ahli Tafsir, ahli hadits, penghafal Al-Quran, ahli ilmu nahwu, ahli ushul, ahli ilmu kalam, sekaligus seorang mujtahid. Sebenarnya, beliau telah menuntut ilmu dari beberapa orang ulama terkenal pada waktu remajanya. Antara guru beliau ialah Qadi Sulayman bin Hamzah (711H/1311M), Shaykh Abu Bakr (718H/1318M), alMajd al-Tunisi (718 H), Abu al-Fath al-Ba’li (709H), alSaffi al-Hindi (715H), al-Taqi al-Sulayman, Abu Bakr bin ‘Abd al-Da’im (718H), Abu Basr bin al-Shirazi (723H), ‘Isa al-Mut’im (719H), Isma’il Maktum (716H), dan Ibn Taymiyyah (661 – 728/1263 – 1328). Beliau adalah ahli pengobatan berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.