Cuplikan Novel Field of Gold Bab 11

oleh -115 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Halo sobat, kali ini kami membawakan cuplikan dari novel China berjudul Field of Gold atau ladang emas, yuk simak. Kini kita akan mengintip bab 11. (Nindi)

Cuplikan Novel Field of Gold Bab 11

“Kereta kuda? Barang mewah. Siapa yang memilikinya, mengharapkan tuan tua kaya di kota? Desa kami tidak memiliki lahan pertanian yang luas, jadi tidak ada orang yang memelihara ternak. Namun, Paman Ma, dari desa tetangga, memiliki gerobak keledai. Dia biasanya mengangkut barang, tetapi dia juga memberi tumpangan ke kota saat tidak ada yang diangkut,” Yu Xiaolian menjawab.

 

Yu Hang tampaknya mengerti maksud Xiaocao. Setelah berunding beberapa saat, dia berkata, “Kita masih punya cukup kayu bakar di rumah. Mengapa aku tidak menemanimu saja ke kota?”

 

Yu Xiaocao sangat senang dengan tawaran itu, dia buru-buru mengangguk. Dia ingin pergi sendiri, tetapi tidak tahu arah.

 

Yu Xiaolian juga ingin pergi bersama mereka saat mendengar saran kakak sulungnya untuk menemani adik perempuannya ke kota. Namun, jika dia ikut, maka ibunya lagi yang bertanggung jawab atas semua tugas rumah tangga.

 

Xiaolian menatap wajah adik perempuannya yang pucat, meletakkan pisau sabit di tangannya, dan berbisik, “Tunggu sebentar.” Lalu, dia berlari ke halaman.

 

Beberapa saat kemudian, di bawah tatapan bingung saudara-saudaranya, Xiaolian bergegas keluar lagi dan mengeluarkan tas kain kecil dengan gelagat mencurigakan. Dia mengeluarkan beberapa koin logam dari tas dan berkata sambil tersenyum, “Ini adalah pertama kalinya adik pergi ke kota, jadi kalian harus naik kereta keledai!”

 

“Dapat dari mana koin logam ini?” Yu Hang terkejut. Semua penghasilan harus diserahkan dan disimpan nenek mereka. Saking pelitnya, bahkan dewa pun tidak bisa mengambil koin logam dari tangannya.

 

Xiaolian tersenyum misterius, melihat sekeliling, dan berbisik, “Bukankah Dokter You mengajari cara membedakan tanaman obat? Sambil mengumpulkan daun herbal, aku juga mengubur dan menyimpannya. Lalu ramuan itu dijual ke apotek dan menghasilkan beberapa koin logam. Awalnya akan dibelikan permen untuk adik. Dia bisa makan permen setelah minum obatnya yang pahit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.