Cuplikan Novel Field of Gold Bab 17

oleh -107 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Halo sobat, kali ini kami membawakan cuplikan dari novel China berjudul Field of Gold atau ladang emas, yuk simak. Kini kita akan mengintip bab 17. (Nindi)

Cuplikan Novel Field of Gold Bab 17

Bibi tertua mereka, Nyonya Li, tidak pernah pulang dari rumah anak pertamanya dengan tangan kosong. Makanan yang ia bawa ia sembunyikan dalam kamarnya. Hanya saat tidak ada orang di sekitarnya ia secara sembunyi memakannya bersama puteranya.

Yu Xiaocao membeli sepuluh roti daging lagi dan menyuruh penjualnya membungkus dengan hati-hati dalam kertas minyak. Bungkusan itu kemudian dimasukkan ke dalam kendi. Sebelumnya, mereka telah menaruh beberapa lap kumal di atas untuk menyembunyikan abalon berharga mereka.

Sekarang mereka juga menggunakan taktik yang sama untuk menyembunyikan roti daging itu.Pada saat mereka tiba di gerbang kota, Paman Ma sudah ada di sana menunggu mereka. Penjual sayuran juga sudah ada di sana. Wajahnya terlihat senang. Alasannya mudah ditebak karena keranjang sayurnya sudah kosong.

“Xiaosha, Xiaocao, cepatlah! Kami hanya menunggu kalian berdua!” Paman Ma berdiri saat dia melihat mereka dan melambaikan tanggannya.

“Bagaimana dengan wanita penjual telur?” Yu Xiaocao bertanya sambil melompat ke gerobak keledai. “Dia belum datang.”

Wanita tua yang menjual sayuran tersenyum, “Oh dia? Dia menjual semua telurnya lebih awal dan sudah pulang. Dia memintaku untuk membawakan keranjangnya pulang. Xiaocao, apa yang ada di potmu itu? Terlihat sangat berat.”

Yu Xiaocao menghela nafas dengan ekspresi sedih di wajah kecilnya. “Ibuku membuat beberapa pasta kedelai. Kami ingin menjualnya untuk beberapa koin logam dan membelikan biji-bijian untuk dibawa pulang. Tapi kami bahkan tidak bisa mengganti koin tembaga sebelumnya! Dan sekarang kami kehabisan empat koin logam untuk ongkos perjalanan!”

Saat dia mendengar itu adalah pasta kedelai, dia menjadi tidak tertarik lagi. Dia menghibur gadis kecil itu lalu menyandarkan tubuhnya ke sisi kereta dan tertidur.

Yu Hang tidak bisa menahan diri untuk tidak menatap adik perempuannya saat mendengarnya berbohong. Di mana dia belajar berbohong semudah itu? Sungguh tidak baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.