Cuplikan Novel Field of Gold Bab 23

oleh -123 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Halo sobat, kali ini kami membawakan cuplikan dari novel China berjudul Field of Gold atau ladang emas, yuk simak. Kini kita akan mengintip bab 23. (Nindi)

Cuplikan Novel Field of Gold Bab 23

Xiaocao semakin mengerti kepribadiannya. Semakin banyak diperhatikan, dia semakin bersemangat. Semua orang di Desa Dongshan tahu bahwa siapa pun yang berbicara dengan menantu perempuan tertua Yu Tua harus tahan setidaknya setengah hari. Dia adalah orang yang senang bicara dan mengganggu siapa pun yang berinteraksi dengannya.

“Oh, cucuku tersayang! Sini dan peluk nenekmu — berhati-hatilah ada pintu —sayang! Kamu bisa melewati ambang pintu setinggi ini!” Nyonya Zhang, yang biasanya tegas dalam keluarga, sekarang bicara dengan suara yang lemah lembut. Bahkan terdengar sedikit sanjungan dalam suaranya.

Yu Xiaoxao memandang ke arah suara. Dia melihat Nyonya Zhang membungkuk untuk membantu bayi gemuk berusia dua tahun itu berjalan melewati pintu, sementara pasangan muda berjalan di belakangnya.

Pria itu berpenampilan rapi dengan kulit bersih. Ketampanannya diwarisi dari Keluarga Yu. Wanita itu terlihat biasa, tetapi kulitnya putih dan halus. Kulitnya cerahnya mempertegas wajahnya, jadi dia tidak terlihat buruk. Ada seorang gadis muda, tampak berusia sekitar dua belas atau tiga belas tahun, mengikuti mereka dengan koper besar di tangannya.

Dia bertanya-tanya mengapa halaman begitu sepi, nampaknya mereka pergi menjemput keluarga Paman Muda. Yu Xiaocao menyeringai karena sudah terbiasa dengan perbedaan perlakuan Nyonya Zhang.

“Xiaocao, jangan berdiri di sana. Cepat bilang ibumu untuk memasak. Bagaimana mungkin dia bermalasan sekarang?!” Sikap arogan dan suka memerintah Nyonya Zhang kembali muncul saat berbicara dengan Xiaocao.

Yu Xiaolian keluar dari dapur tanpa ekspresi dan berkata, “Ibuku pergi mencuci pakaian. Dia mencuci pakaian seluruh keluarga, jadi bagaimana bisa selesai dengan cepat?”

“Jaga mulutmu! Kamu sangat kasar dan berani membantah Nenekmu. Itukah yang diajarkan ibumu?” Nyonya Zhang dengan cepat mengutuk keras sambil mengintip ekspresi menantu bungsunya dari sudut matanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.