Cuplikan Novel Field of Gold Bab 9

oleh -181 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Halo sobat, kali ini kami membawakan cuplikan dari novel China berjudul Field of Gold atau ladang emas, yuk simak. Kini kita akan mengintip bab 9. (Nindi)

Cuplikan Novel Field of Gold Bab 9

Yu Xiaocao menggosok hidungnya, merasa malu karena ketidaktahuannya. Ia adalah seorang gadis yang tinggal dalam daerah pedalaman, ia tidak mengerti bahaya dari laut. Barang itu terlihat seperti ‘jamur’ berwarna putih susu dan seperti kristal, tetapi bisa mematikan.

Ia benar-benar belajar sesuatu yang baru hari ini! ‘Sretttt!’ Kedua bersaudara itu mendengar suara tebasan di samping mereka dan menoleh ke arah suara itu. Mereka menoleh dan melihat Yu Hai keluar dari air. Ia telanjang dada sehingga memperlihatkan dadanya yang ramping dan kokoh. “Cao’er, lihat apa yang kutemukan!” Seru Yu Hai dengan senyum lebar memperlihatkan gigi putihnya, yang membuat kulitnya tampak lebih gelap.

Namun, membuatnya terlihat maskulin! Shitou kecil bergegas dan berteriak, “Abalon! Itu abalon! Ayah, menemukan abalon!” Xiaocao penasaran dan bergegas melihat. Ia melihat beberapa kerang berwarna cokelat kehijauan pada tangan besar Yu Hai. Panjangnya sekitar sepuluh sentimeter dan terlihat sederhana. Apakah ini abalon yang sangat populer itu?“

Abalon sebesar itu setidaknya seharga beberapa ratus koin logam jika mereka jual ke kota. Ayah mendapatkan sembilan. Jika kita menjualnya ke restoran besar, kita bisa mendapatkan dua atau tiga tael!” Yu Xiaolian ikut datang dan berseru dengan terkejut.

Dua atau tiga tael? Berdasarkan pemahaman Xiaocao mengenai ekonomi saat ini, dua atau tiga tael dapat membeli tiga hingga empat ratus catty beras kualitas tinggi. Seratus catty daging babi kualitas tinggi, sekitar tujuh atau delapan puluh ayam ternak. Dua hingga tiga tael cukup membeli makanan selama setahun untuk seluruh keluarganya, yang terdiri dari lebih dari sepuluh orang.

Namun, Yu Xiaocao tahu nilai gizi abalon. Awalnya, abalon akan mereka konsumsi sendiri untuk kesehatan malah gagal karena harga abalon yang cukup mahal. Xiaocao memahami kepribadian neneknya yang baru.

Dengan temperamen neneknya, ia akan menggagalkan siapa pun yang berani menyarankan makan abalon! Jika mereka membawanya pulang, sama saja seperti melempar roti daging ke seekor anjing — tidak akan pernah kembali! Mata Yu Xiaocao melesat, lalu ia bersikap seperti anak manja dan bertanya, “Ayah, apakah ini semua untukku?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.