, ,

Kode Etik Jurnalistik yang Perlu Sobat Ketahui!

oleh -533 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Kode Etik Jurnalistik adalah kumpulan dari beberapa etika dalam menjalankan profesi kewartawanan dan kejurnalistikan. (angga)

Untuk menjadi seorang jurnalis, tentunya seseorang harus siap menanggung dan melaksanakan beberapa kode etik jurnalistik yang ada dalam dunia kejurnalistikan.

Baca Juga : Bukan Lelucon, KFC Keluarkan Perangkat Konsol Bernama KFConsole

Jika meninjau dari segi bahasa, kode memiliki arti yang sama dengan sandi, namun juga dapat berarti petunjuk atau menunjukkan.

Melansir Wikipedia, pengertian dasar dari kata “kode” adalah ketetuan atau petunjuk yang telah diatur sedemikian rupa dengan sistematis.

Dari kesimpulan tersebut, kode etik secara sederhana memiliki arti sebagai himpunan atau kumpulan etika kejurnalistikan yang harus seorang jurnalis taati.

Untuk menjamin seorang jurnalis menjalankan kewajibannya dalam memenuhi kode etik, dan  kemerdekaan pers dalam memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar, wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika.

Kode Etik Jurnalistik

1. Bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tentunya tidak bertujuan buruk.

2. Menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.

3. Selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, dan tentunya menerapkan asas praduga tak bersalah.

4. Tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan tidak senonoh.

5. Tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.

6. Tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.

7. Memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan “off the record” sesuai dengan kesepakatan.

8. Tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.

9. Menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.

10. Segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa.

11. Melayani hak jawab dan tentunya hak koreksi secara proporsional.

Baca Lagi : Cara untuk Menumbuhkan Konsistensi Menulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.