Sneak Peak Assassin Farmer Chapter 14

oleh -88 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Sebelum kalian membaca keseluruhan bagian dari novel Assassin Farmer chapter 14 ini, kamu bisa cek spoilernya dulu nih ada apa kiranya? Ini adalah kelanjutan dari episode yang lalu. Yuk, kita simak cuplikannya sedikit. (Nindi)

Sneak Peak Assassin Farmer Chapter 14

Kampung Fan Hua tidak lebih dari sebuah desa meski hanya terdiri dari beberapa lusin rumah kecil. Penduduk desa sudah terbiasa menyebutnya kampung karena tidak ada kota lain di dekat Kota Fan Lou. Untuk nama Fan Hua (Bunga Mekar), itu mulai belasan tahun yang lalu, ketika gelombang pertama petani tiba dan menanam belasan biji persik. Pohon persik yang tumbuh dari biji itu akan tumbuh semasa musim semi, menciptakan pemandangan yang indah. Itu sangat cantik.

Desa Fan Hua adalah rumah bagi 28 keluarga yang terpisah secara total. Meski tidak banyak, pemukiman tersebut dianggap cukup semarak bila dibandingkan dengan ‘desa’ tetangga lainnya, Desa Qing Tian dan Desa Luo Shui.

“Aku benar-benar tidak menyangka pemandangan menjadi  sebagus ini!” Su Shuilian tidak dapat menahan pujian saat melihat lusinan bunga persik ditanam setiap dua meter. Bahkan ada pohon willow yang bersandar di sebuah kolam kecil di tengah desa.

“Kau bukan orang lokal, ya?” Seorang petani membawa cangkul di bahunya mendengar Su Shuilian saat dia melewati kolam dalam perjalanan ke ladang. Dia bertanya dengan tersenyum.

“Ya, Tuan, apakah kau akan pergi bekerja?” Su Shuilian berkata sambil tersenyum kembali.

“Ya, karena masih pagi dan cukup sejuk, aku bisa dengan santai berjalan ke sana. Lebih siang akan terlalu panas untuk melakukannya.” Petani tersebut mengangguk pada Su Shuilian dan Lin Si Yao saat dia melanjutkan perjalanannya ke sisi barat Desa Fan Hua, di mana tanah pertanian dan sawah berada.

“Oh ya, Tuan, tahukah kau jika ada rumah dijual disini?” Ketika Su Shulian mengingat tujuannya untuk datang ke desa ini, dia tersenyum lagi dan bertanya pada petani itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.