Uncontrollably Fond : Episode3 (Part12)

oleh -135 views
Uncontrollably Fond : Episode3 (Part12)

ZETIZEN RADAR CIREBON – Uncontrollably Fond : Episode3 (Part12) –

~still flashback

Layaknya orang gila, Tuan Yoon tak perduli akan hal apapun yang terpenting dia tidak ingin kehidupan putrinya berantakan. Tuan Yoon mengingatkan bahwa kalau sampai reputasinya hancur maka perusahaan mertua Hyun Joon akan menghilang tanpa jejak. (Dheva)

“Aku menyadarai fakta itu. Dan itulah mengapa istriku dan aku selalu berterima kasih pada kalian.”

Tuan Yoon menegaskan bahwa ia tak butuh hanya sekedar sentimen belaka. “Alasan manusia disebut lebih baik dibanding binatang adalah karena mereka tahu cara membayar kebaikan orang lain dengan baik! Benarkan?”

Tak ada sekecap bantahan lagi yang keluar dari mulut Hyun Joon.

Tanpa keduanya sadari, ada orang ketiga yang kini tengah mendengar dengan seksama pembicaraan mereka. Yah, ia adalah Ji Tae yang membeku ketika mendengar hal tersebut. Ia yang berniat mengantarkan minum serta surat penerimaannya universitas Havard, namun sepertinya ia urung melakukannya.

Scene kembali beralih ketika Ji Tae tengah berteduh dan ia melihat seorang gadis tengah membawa papan tulisan yang meminta Hyun Joon untuk mau mengungkapkan kebenaran yang sebenarnya.

Ji Tae menatapnya dalam diam.

~FLASHBACK END

Sehingga memang benar kalau No Eul ini kerja paruh waktu dalam kampanye. Ia membagikan selebaran untuk warga yang masuk dan keluar dari stasiun, ia menjadi tim sukses calon nomor dua. Ia pun memberikan selebaran tersebut pada Ibu Joon Young yang kebetulan sedang lewat disana. Dengan sopan Ibu Joon Young menolak, “Oh, aku tidak memerlukannya. Aku memilih Kandidat Nomer Satu.”

Jung Eun sampai ditempat yang sama dengan No Eul untuk mempromosikan Hyun Joon. Dengan anggun dan berkarisma dia mulai membanggakan dan mempromosikan Hyun Joon.

No Eul berdiri menatap Jung Eun tajam sampai akhirnya Jung Eun sadar sedang diperhatikan. “Kau….menatapku?”

No Eul menunjuk matanya lalu menunjuk Jung Eung. Jung Eum tersenyum remeh, “Apa-apaan…”

 

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.