Alur Cerita Uncontrollably Fond : Episode10 (Part6)

oleh -141 views
Alur Cerita Uncontrollably Fond : Episode10 (Part6)

ZETIZEN RADAR CIREBON –  Alur Cerita Uncontrollably Fond : Episode10 (Part6) –

Alur Cerita Uncontrollably Fond : Episode10 (Part6) –  Dokter memperban bahu Joon Young. Dia tak patah tulang hanya saja lengannya mengalami keretakkan. Joon Young tetap diam. (Dheva)

Ji Tae masuk kedalam ruang rawat Joon Young. Tentu saja Joon Young agak heran melihat penampilan rapi Ji Tae dengan setelah jas, dia melirik dari ujung kaki sampai kepala.

Kemudian Kini didalam ruangan hanya tinggal mereka berdua. Ji Tae memberikan kartu namanya atas nama Ji Tae, direktur KJ grup. Joon Young enggan menerimanya, dia memilih melepas jarum infus yang terpasang dilengannya.

“Aku berterimakasih atas nama Ayahku.” Tutur Ji Tae membuat Joon Young menghentikan kegiatannya.

“Aku anak Choi Hyun Joon. Karena itulah aku menyerah mendapatkan No Eul.”

Joon Young menatap Ji Tae, memangnya kenapa?

Dia pun melepas jarum infus dengan kasar hingga berdarah. Lalu meninggalkan Ji Tae disana.

Ji Tae hanya berdiri ditempat meremas kartu namanya.

Joon Young duduk disamping ranjang Eul. Diraihnya tangan Eul yang belum sadarkan diri, “Maakan aku yang telah membuatmu berada disini. Maafkan aku. Maafkan aku.”

No Eul sudah bisa bangkit dari tidurnya, dia menerima panggilan dari My Number One Treasure. No Eul memasang tampang tersenyum sebelum akhirnya menjawab dengan riang, “Ada yang bisa aku bantu, tuan?”

Entah apa yang diucapkan Jik hingga No Eul mengatakan kalau dia tengah dalam proses editing.

Jik meminta No Eul untuk menambil libur saja, dia juga akan bekerja. Tapi akhirnya dia mengiyakan saja ucapan Eul. Hanya saja dia harus mengirimkan foto makannya tiga kali sehari. Kalau tidak dia akan datang menemui Eul dengan membawakan makanan.

“Huh.. mengecewakan.” Keluh Jik. Dia kemudian menghampiri Haru yang tengah duduk di ayunan taman.

“Tolong berikan anak kucingnya padaku.” Pinta Jik dengan formal.

“Kau baru saja bilang tolong.”

Jik membenarkan, katanya Haru lebih tua darinya. Haru menunduk malu kemudian menggeleng.

 

source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.