China Kirim Jet Tempur ke Taiwan, Ada Apa?

oleh -106 views
Source: agoda.com

ZETIZEN RADAR CIREBON – China mempertajam pesan kepada Taiwan dengan memberi peringatan bahwa kemerdekaan berarti perang, pada Kamis lalu. Kecaman ini muncul setelah akhir-akhir ini China meningkatkan kegiatan militer di dekat Taiwan. Mereka mengirim jet tempur dan pembom memasuki zona identifikasi pertahanan udara. Bahkan Beijing mengatakan angkatan senjatanya akan bertindak jika ada provokasi dan campur tangan asing. (Indah)

Terkutip dari Reuters, Taiwan melaporkan beberapa jet tempur dan pembom China memasuki zona identifikasi pertahanan udara barat daya akhir pekan lalu. China secara sepihak mengklaim Taiwan termasuk wilayah negaranya.

Jet Tempur China bikin resah

Melihat adanya indikasi serangan militer, Taiwan meminta Amerika Serikat untuk menghentikan China. Sementara itu, China meyakini pemerintah Taiwan yang demokratis sedang mengupayakan deklarasi kemerdekaan formal.

Walaupun sebenarnya, Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, berulang kali mengatakan Taiwan telah merdeka dengan nama resmi Republik China. Saat ditanya soal aktivitas angkatan udara baru-baru ini, juru bicara Kementerian Pertahanan China, Wu Qian, mengatakan Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari China.

Dia mengklaim kegiatan militer di Taiwan adalah upaya untuk menjaga keamanan nasional.

“Kegiatan militer yang dilakukan oleh Tentara Pembebasan Rakyat China di Selat Taiwan merupakan tindakan yang diperlukan untuk mengatasi situasi keamanan saat ini di Selat Taiwan dan untuk menjaga kedaulatan dan keamanan nasional,” ujarnya.

“Kegiatan militer itu adalah respons serius terhadap campur tangan eksternal dan provokasi oleh pasukan ‘kemerdekaan Taiwan’,” tambahnya.

Kemerdekaan Taiwan

Wu mengatakan, beberapa orang di Taiwan berusaha memerdekakan pulau ini. Oleh karena itu, Wu pun mengecam tindakan tersebut.

“Kami memperingatkan elemen ‘kemerdekaan Taiwan’: mereka yang bermain api akan membakar diri mereka sendiri, dan ‘kemerdekaan Taiwan’ berarti perang,” jelas Wu.

Dewan Urusan Daratan Taiwan mengatakan China harus berhati-hati dan tidak meremehkan keinginan Taiwan untuk berdaulat. Sedangkan Taiwan bersikukuh ingin mempertahankan kedaulatan dan menegakkan kebebasan serta demokrasi.

Serangan dari China bertepatan dengan masuknya kapal induk AS ke Laut China Selatan. Selain itu, China menganggap Taiwan sebagai masalah besar atas tidak harmonisnya hubungan Beijing dengan Washington.

Dulu di bawah pemerintahan Trump, AS meningkatkan dukungan kepada Taiwan. Amerika melakukan jual beli senjata serta menggelar sejumlah kunjungan pejabat ke Taipei. Pemerintahan Joe Biden pun menegaskan kembali komitmennya kepada kedaulatan Taiwan. Tentunya hal ini akan menambah ketegangan hubungan antara China dengan Negeri Paman Sam.

Baca Juga: Kapal Induk Terbesar di Dunia yang Perlu Kamu Ketahui

Oleh karena itu, Taiwan mengecam ancaman dan upaya China untuk melakukan intimidasi. Presiden Tsai telah berjanji untuk mempertahankan kebebasan pulau itu dan tidak akan dipaksa.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *