Cuplikan Drama The Gifted Episode 2 Part 1

oleh -109 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Pernakah kamu bertanya apa gunanya belajar dengan keras? Kalimat tersebut adalah kalimat pembuka dari mulainya sebuah drama berjudul The Gifted. Mari kita simak cuplikan episode 2, part 1. Jika kamu belum mengecek cuplikan episode 1 kamu bisa cek ini. (Nindi) 

The Gifted Episode 2 Part 1

Semua murid dari Kelas Berbakat berkumpul di dalam ruangan komputer. Dalam sana, mereka tidak ada menyala kan lampu. Dan bahkan mereka menutupi jendela. Tampak nya seperti mereka tidak ingin ada orang yang tahu dimana mereka.

Lalu seseorang mulai bicara, dia menanyakan apa semuanya sudah berkumpul. Dan Pang menjawab bahwa cuma kurang Ohm, dia merasa sepertinya Ohm sudah tidur. Kemudian orang tersebut membalas bahwa itu tidak masalah.

“Aku cuma mau tahu pendapat kalian soal Kelas Berbakat? Yang kita lihat kemarin, menurut kalian itu apa?” tanya orang tersebut.

Si Gadis berkaca mata menjawab bahwa dia merasa itu adalah sihir. Tapi si Gadis cantik tidak percaya bahwa sihir itu ada. Lalu orang tadi menjelaskan bahwa dia merasa kalau sekolah mereka menyembunyikan sesuatu. Dan yang lain menambahkan kalau tampaknya itu adalah hal yang berbahaya, sepertinya mereka dijadikan kelinci percobaan.

“Tapi Pak Pom tidak menyuruh kita melakukan hal yang berbahaya,” kata si Gadis berkaca mata, tidak setuju dengan pendapat mereka yang mengatakan sihir tidak ada dan berbahaya.

“Kalau tidak berbahaya, mereka pasti sudah bilang,” balas seorang murid Pria berkaca mata.

“Mungkin mereka menunggu sampai kita siap,” tambah dua orang murid kembar secara bersamaan. Dan lalu si Gadis cantik menanyakan pendapat Wave yang sedari tadi hanya diam saja. Lalu mereka semua menatap ke arah Wave.

Tanpa mengatakan apapun, Wave menunjukan apa yang ia dapat. Dia memperlihatkan video pengintai dari hasil meretas komputer milik Guru Pom. Dan dengan serius, mereka semua langsung melihat.

Di kantin. Pang serta Ohm tertawa mengenai kejadian dikelas tadi, karena lelucon Ohm bisa membuat seorang Wave terdiam. Lalu setelah itu, Pang mengingatkan agar Ohm berhati- hari saat membuat lelucon tentang orang lain, apalagi Wave. Dan Ohm merasa dia pernah mendengar nasihat yang sama dulu, mungkin dari Ibunya, itu yang Ohm pikir.

Source: K-adramanov

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.