Cuplikan Drama The Gifted Episode 2 Part 2

oleh -81 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Pernakah kamu bertanya apa gunanya belajar dengan keras? Kalimat tersebut adalah kalimat pembuka dari mulainya sebuah drama berjudul The Gifted. Mari kita simak cuplikan episode 2, part 2. Jika kamu belum mengecek cuplikan episode 1 kamu bisa cek ini. (Nindi) 

The Gifted Episode 2 Part 2

Tepat disaat itu, Pang melihat Nack. Namun seperti berpura- pura tidak melihat, Nack pergi begitu saja. Dan dengan heran Ohm pun bertanya ada apa. Tapi Pang mengelak dan membalas bukan apa- apa.

Ohm lalu menanyakan tentang apa Pang telah mengetahui tentang potensi Pang. Dan Pang menjawab dengan jujur bahwa dia tidak tahu orang seperti apa dia sendiri.

Kemudian karena penasaran, Pang pun menanyakan mengapa Ohm yakin bahwa membuat orang tertawa itu adalah potensinya. Dan Ohm menjelaskan kalau potensi berasal dari cerminan diri mereka, dan dia merasa membuat orang tertawa itulah kekuatannya.

“Lihat Namtaan. Kekuatannya bisa tahu hal- hal soal orang lain, itu karena dia orang yang ingin tahu,” jelas Ohm. Dan tepat disaat itu, Namtaan datang. Namun untungnya, Namtaan tidak mempersalahin itu.

Namtaan datang untuk meminta pena nya yang dipinjam oleh Ohm. Tapi dengan santainya, Ohm mengatakan bahwa dia akan membelikan Namtaan pena yang baru, karena pena Namtaan hilang. Dan Namtaan pun menjadi kesal, dia mengatakan bahwa dia tidak akan pernah mau meminjamkan apapun kepada Ohm lagi.

Dan setelah Namtaan pergi, Pang menyarankan agar nanti Ohm meminta maaf. Tapi tanpa merasa bersalah, Ohm membalas bahwa itu kan hanya pena dan dia bisa membelikan pena yang sama nantinya.

“Kalau potensi adalah cerminan diri, kamu tidak lucu. Melainkan kamu pelupa. Waktu kamu pinjam pulpen ku, itu hilang juga,” komentar Pang.

“Tidak. Kalau itu benar potensiku, aku bakal jadi pahlawan super yang payah,” balas Ohm tidak terima. Dan sambil tersenyum Pang membalas bahwa itu benar.

Tepat disaat mereka sedang mengobrol. Folk dan teman- temannya lewat sambil berlari dengan panik. Kemudian Folk mendekati meja mereka dan menitipkan tasnya kepada Ohm, dia meminta agar Ohm mengembalikan padanya saat pulang sekolah nanti. Setelah itu dengan terburu- buru, Ohm dan teman- temannya berlari pergi.

Source: K-adramanov

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.