Cuplikan Drama The Gifted Episode 2 Part 6

oleh -100 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Pernakah kamu bertanya apa gunanya belajar dengan keras? Kalimat tersebut adalah kalimat pembuka dari mulainya sebuah drama berjudul The Gifted. Mari kita simak cuplikan episode 2, part 6. Jika kamu belum mengecek cuplikan episode 1 kamu bisa cek ini. (Nindi) 

Drama The Gifted Episode 2 Part 6

Dulu saat tim sepak bola kekurangan satu anggota, mereka tidak mau mengajak Ohm untuk bermain, karena lelucon Ohm sangat buruk dan tim mereka tidak akan suka. Mendengar semua pembicaraan itu, Ohm menjadi sedih.

Sendirian Ohm duduk dan mengambar dibukunya. Lalu Folk mendekatinya. Dia memang tampak kasar, tapi dia berniat baik. Dia menasehati Ohm bahwa kalau mau melucu, Ohm harus merencana kannya dengan baik. Jika tidak, maka orang tertawa bukan karena mereka memang senang, tapi lebih karena mereka kasihan. Dan jangan jadikan semua lelucon.

Mendengar nasihat itu dan dikatai bodoh oleh Folk, maka Ohm merobek gambar lelucon yang dibuatnya. Lalu ntah karena apa, mereka mulai berdebat. Namun setelah itu, mereka sama- sama tertawa.

“Aku tahu. Aku tahu. Satu-satunya temanku dulu, orang yang selalu memperingatkanku. Itu bukan Ibuku. Tapi kamu, Folk. Folk, maafkan aku. Folk, maafkan aku. Aku takkan melupakannya lagi. Kembali lah. Maafkan aku,” teriak Ohm berkali- kali dengan frustasi.

Kemudian saat masih tidak ada apapun yang terjadi, Pang memegang bahu Folk dan mengatakan bahwa itu sudag cukup. Dan dengan sedih, Folk mulai menangis. Lalu tiba- tiba saja terdengar suara. Dan mereka melihat kaki Folk yang terjulur dibilik kamar mandi.

Dengan segera, mereka bertiga pun mendekati Folk yang ternyata terluka sangat parah disana. Kemudian Guru Pom datang. Dan saat melihat itu, dia menyuruh mereka untuk segera membawa Folk ke UKS. Lalu Pang pun segera memapah Folk.

Hari selanjutnya. Didepan kelas. Ohm menjelaskan dengan serius bahwa potensinya berasal dari sifat pelupa nya yang selalu kehilangan barang. Tapi kini dia menyadari bahwa tidak ada yang menghilang, namun itu hanya menghilang dari hati kita saja.

“Semua memudar seiring waktu. Tapi jika menyadari nilainya. Kita selalu bisa mengembalikannya. Kalau menurutmu itu tidak penting, kamu takkan bisa melihat nya, meski ada dihadapanmu,” jelas Ohm. Dan semua orang bertepuk tangan.

Source: K-adramanov

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.