Cuplikan Drama The Gifted Episode 3 Part 4

oleh -100 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Pernakah kamu bertanya apa gunanya belajar dengan keras? Kalimat tersebut adalah kalimat pembuka dari mulainya sebuah drama berjudul The Gifted. Mari kita simak cuplikan episode 3 part 4. Jika kamu belum mengecek cuplikan episode 1 kamu bisa cek ini. (Nindi) 

The Gifted Episode 3 Part 4

“Kamu ini membuang- buang waktu. Guru Pom menyuruh kita menggunakan waktu untuk menelusuri bakat kita, bukan untuk bermain game,” balas Namtaan dengan serius. Dan Ohm yang mendengar kan itu, menganggukan kepalanya.

“Aku heran kenapa kita disuruh membaca buku banyak sekali. Padahal tidak semua orang hobi membaca sepertimu,” balas Pang sambil dengan jail, ia ingin mengambil buku Namtaan. Tapi Namtaan langsung memukuli tangan Pang.

“Memang. Tapi tidak bisakah kamu menurut? Ini demi masa depanmu.”

“Memangnya jika kamu menurut, masa depanmu akan cerah?”

“Memangnya bila tidak menurut, masa depanmu juga akan cerah?” balas Namtaan.

Ohm dan Pang duduk bersama. Lalu Namtaan datang sambil membawakan buku daftar murid yang masuk ke dalam The Gifted. Dan melihat itu, Pang bertanya apa seniat itu Namtaan untuk membuktikan bahwa dirinya benar.

“Supaya kalian tidak ragu bahwa masa depan alumni Gifted cerah,” jelas Namtaan.

Bukannya fokus mendengarkan, Ohm malah heboh sendiri, saat melihat foto mereka ada didalam buku tersebut. Dan Namtaan pun memberikan tatapan kesal kepada mereka. Lalu karena menyadari itu, maka Ohm pun kembali serius.

Namtaan menjelaskan bahwa menurut Guru Pom, angkat awal hanya ada 1-2 murid saja. Lalu seiring waktu, jumlahnya bertambah hingga 10 orang per angkatan. Kemudian Namtaan mulai menjelaskan tentang setiap murid, sesuai dengan info yang ia dapatnkan dari Internet.

“Lalu ada Tn. Porama Wongratana. Angkatan ketiga. ID: 004,” baca Ohm saat membalikan halaman selanjutnya. Dan saat melihat foto Guru Pom dulu, Ohm berkomentar kalau Guru Pom tampak seperti anak culun, lalu Ohm tertawa. Tapi Pang hanya diam dan mendengarkan saja.

“Tn. Pom mendapat gelar Master Ahli Saraf dari Boston. Beliau mengabdi sebagai guru untuk mengembangkan kekuatan kita,” jelas Namtaan.

Source: K-adramanov

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.