Cuplikan Novel Field of Gold Bab 27

oleh -115 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Halo sobat, kali ini kami membawakan cuplikan dari novel China berjudul Field of Gold atau ladang emas, yuk simak. Kini kita akan mengintip bab 27. (Nindi)

Cuplikan Novel Field of Gold Bab 27

Semua menjadi kacau. Seseorang pergi memanggil dokter, sementara yang lain segera membeli obat, dan karenanya, ratusan koin keluar dari dompet Nyonya Zhang. Menghabiskan uang saja sudah cukup buruk ditambah suaminya juga memarahinya. Selain itu, sampai keluarga putera ketiganya kembali ke kota, menantu perempuan bungsunya menganggapnya jijik.

Sejak itu, Nyonya Zhang sangat depresi dan hampir sakit karena menekan perasaannya. Sekarang, dia berpura-pura bahwa anak itu, Xiaocao, tidak terlihat. Tidak peduli apa yang dilakukan gadis kecil itu, Nyonya Zhang akan mengabaikannya seolah-olah tidak melihatnya. Untungnya, selain waktu makan, dia tidak menyebabkan masalah lain yang sulit diterima Nyonya Zhang.

“Ibu, ibu!” Sosok gemuk Nyonya Li dengan cepat kembali ke halaman. Saat dia melewati ambang pintu, wanita gemuk itu hampir tersandung dan jatuh.

Dia memandang sekeliling sembunyi-sembunyi seperti pencuri sebelum menarik Nyonya Zhang ke kamar terdekat. Secara mencurigakan dia berkata, “Bu, bukankah kita menghabiskan banyak uang untuk keperluan rumah tangga baru-baru ini? Aku merasa bersalah padamu!! Cucumu makan terlalu banyak. Keempat anak mereka makan sebanyak tiga orang dewasa!”

Nyonya Zhang merasakan emosinya naik lagi dan mengeluh setuju, “Tepat! Sekarung biji-bijian kasar habis dalam hitungan hari. Uang keluar seperti air dari sungai. Itu membuatku gila, dan khawatir. Istri Putera Kedua bersikap jujur, tetapi bagaimana bisa dia tidak membantu?”

Nyonya Zhang mengeluh saat menampar pahanya. Seluruh wajahnya berkerut karena benci.

Nyonya Li menjawab dengan nada empatik, “Begitulah adanya! Istri Putera Kedua kelihatan pura-pura sibuk. Dia bahkan mengatakan ke semua orang bahwa dialah satu-satunya yang mengerjakan pekerjaan rumah. Orang pasti menilainya sebagai istri yang baik? Di sisi lain, orang menyebutku pemalas. Dan mereka menilaimu telah menjadi ibu mertua yang jahat yang memperlakukan menantu perempuannya dengan buruk di mata orang lain!”

Nyonya Zhang menggertakkan giginya menggeram, “Sialan. Dia ternyata wanita yang sangat jahat! Aku salah menilainya!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.